“Begitu menyebut Erai, bayangan orang-orang adalah Paser, salah satu daerah di Kaltim. Erai sendiri artinya 1, yang maknanya Sabun Erai adalah satu-satunya sabun dibuat dari Crude Palm Oil (CPO) di Kaltim,” ucapnya.
Lebih jauh Tutik memberikan gambaran umum proses pembuatan Sabun Erai.
Bahan baku utama Sabun Erai adalah Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit, selanjutnya diproses menjadi CPO. “Minyak sawit (CPO) itu kita olah, kemudian kandungan bibit sabun kita pisahkan dengan dalam proses penyaringan, kita pres (cetak) menjadi sabun batangan,” urainya.
Karena proses penyaringan secara manual, bibit sabun yang didapatkan pun kurang maksimal. Jika dalam 6 Kg TBS dapat menghasilkan 400 mililiter CPO, maka 1 liter CPO menghasilkan 15-20 batang sabun dengan berat 60 gram per batang atau pieces (pcs).
Ditambah dengan kemasan yang dipesan dari luar dan ongkos produksi lainnya, kata Tutik, adalah bahan pertimbangan merumuskan harga jual, sehingga Kelompok Umo Rezeki Taka menjual Sabun Erai dengan harga Rp 15.000 per pcs.
“Kemarin sebelum harga TBS naik, kita bisa jual lebih murah tetapi setelah harga TBS naik kita hitung lagi semua ongkos produksinya, sehingga kita taruh harga jual Rp 15.000 per pcs,” jelasnya.
Dibandingkan dengan sabun komersial lainnya, Sabun Erai memang relatif lebih mahal. Namun jika sabun-sabun tersebut dibuat dari bahan yang sama dengan Sabun Erai, tentunya harga jual Sabun Erai akan lebih murah.
“Sabun pada umumnya tidak banyak menggunakan CPO, bahkan tak sedikit yang tidak menggunakan CPO, makanya ukuran atau berat produknya lebih besar dan harga jualnya pun lebih murah. Tapi jika menerapkan hal yang sama, saya rasa kita yang termurah,” ungkapnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar