Berita Pemkab Paser

Pertama di Kaltim, UKM Umo Rezeki Taka Samuntai Produksi Sabun Erai, Wujudkan Paser MAS  

lihat foto
Usaha Kecil Menengah (UKM) kelompok Umo Rezeki Taka di Desa Samuntai, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, memproduksi sabun mandi merek Erai. Foto: HO.
Usaha Kecil Menengah (UKM) kelompok Umo Rezeki Taka di Desa Samuntai, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, memproduksi sabun mandi merek Erai. Foto: HO.

BorneoFlash.com, TANA PASER - Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tergabung dalam kelompok Umo Rezeki Taka di Desa Samuntai, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, memproduksi sabun mandi merek Erai.

Sabun Erai menurut Ketua Kelompok Umo Rezeki Taka Tutik Januarti, Kamis (1/6/2022), sudah mulai diproduksi dua tahun yang lalu, namun peluncuran resminya baru di bulan Januari 2021.

“Mengikuti berita acara, sejak kami kumpul-kumpul, itu sudah kami kerjakan dua tahun lalu. Tapi resminya kami buat bulan Januari 2021,” kata Tutik Januarti.

Kemampuan Ibu-Ibu Kelompok Umo Rezeki Taka membuat sabun kesehatan ini telah teruji. Bukan hanya proses produksi sabun yang didampingi Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) dan LSM Kawal Borneo Community Foundation (KBCF), tapi juga dalam hal kemasannya.

Awalnya kemasan dibuat sendiri, namun event lomba menuntut bahan kemasan Sabun Erai harus lebih baik, sehingga kemasan Sabun Erai dipesan dari luar Kaltim.

Pada bulan September 2021 UKM Umo Rejeki Taka mengikuti lomba Hari Kesatuan Gerak PKK (HKG-PKK) Ke-49 dan sukses meraih juara 1 tingkat Kabupaten Paser. Tahun ini mewakili Paser untuk lomba HKG-PKK tingkat Provinsi Kaltim.

Erai dalam bahasa Paser adalah Satu. Dengan menggunakan bahasa daerah dan arti kata Erai, lanjut Tutik, diharapkan Sabun Erai menjadi produk khas Kabupaten Paser dan Kaltim pada umumnya.


“Begitu menyebut Erai, bayangan orang-orang adalah Paser, salah satu daerah di Kaltim. Erai sendiri artinya 1, yang maknanya Sabun Erai adalah satu-satunya sabun dibuat dari Crude Palm Oil (CPO) di Kaltim,” ucapnya.

Lebih jauh Tutik memberikan gambaran umum proses pembuatan Sabun Erai.

Bahan baku utama Sabun Erai adalah Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit, selanjutnya diproses menjadi CPO. “Minyak sawit (CPO) itu kita olah, kemudian kandungan bibit sabun kita pisahkan dengan dalam proses penyaringan, kita pres (cetak) menjadi sabun batangan,” urainya.

Karena proses penyaringan secara manual, bibit sabun yang didapatkan pun kurang maksimal. Jika dalam 6 Kg TBS dapat menghasilkan 400 mililiter CPO, maka 1 liter CPO menghasilkan 15-20 batang sabun dengan berat 60 gram per batang atau pieces (pcs).

Ditambah dengan kemasan yang dipesan dari luar dan ongkos produksi lainnya, kata Tutik, adalah bahan pertimbangan merumuskan harga jual, sehingga Kelompok Umo Rezeki Taka menjual Sabun Erai dengan harga Rp 15.000 per pcs.

“Kemarin sebelum harga TBS naik, kita bisa jual lebih murah tetapi setelah harga TBS naik kita hitung lagi semua ongkos produksinya, sehingga kita taruh harga jual Rp 15.000 per pcs,” jelasnya.

Dibandingkan dengan sabun komersial lainnya, Sabun Erai memang relatif lebih mahal. Namun jika sabun-sabun tersebut dibuat dari bahan yang sama dengan Sabun Erai, tentunya harga jual Sabun Erai akan lebih murah.

“Sabun pada umumnya tidak banyak menggunakan CPO, bahkan tak sedikit yang tidak menggunakan CPO, makanya ukuran atau berat produknya lebih besar dan harga jualnya pun lebih murah. Tapi jika menerapkan hal yang sama, saya rasa kita yang termurah,” ungkapnya.


Saat ini, tambah Tutik, produksi Sabun Erai masih mengandalkan modal swadaya anggota Kelompok Umo Rezeki Taka, sehingga jumlah produksi Sabun Erai masih terbatas, rata-rata 240 pcs sabun per bulan.

Anda berminat membeli Sabun Erai bisa menghubungi Ibu Tutik Januarti di 081545793070 atau Ibu Sumarti di 082148954469.

Kelompok Umo Rezeki Taka berharap kedepan Sabun Erai menjadi salah satu produk nasional, sehingga masih perlu mendapatkan pendampingan Kehati dan KBCF, terlebih lagi dinas terkait Pemkab Paser.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop&UKM) Kabupaten Paser Hairul Saleh, sangat mendukung UKM Umo Rezeki Taka Desa Samuntai dalam mengembangkan Sabun Erai.

Hairul mengatakan upaya membantu pengembangan Sabun Erai telah ditangani Bidang Industri Diperindagkop&UKM Paser, dengan harapan dapat memperluas pasar Sabun Erai.

"Jika sekarang pasarnya masih terbatas, maka kedepan kita harapkan pasarnya lebih luas, tentunya itu akan terwujud apabila semua perizinan yang menuntut sebuah produk dapat beredar luas di masyarakat telah dikantongi. Itu semua akan kami bantu proses pengurusannya," kata Hairul Saleh.

Pengembangan UKM ini juga merupakan program Bupati Paser dr Fahmi Fadli dan Wakil Bupati Paser Syarifah Masitah Assegaf dalam mewujudkan Paser MAS (Maju, Adil dan Sejahtera).

(Adv/Sarrassani)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar