Pemkab Paser

Disnakertrans Paser Aktif Lakukan Pengawasan, Retribusi 24 TKA Capai Rp 400 Juta Tiap Tahunnya

lihat foto
Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Paser. Foto: BorneoFlash.com/DOK.
Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Paser. Foto: BorneoFlash.com/DOK.

BorneoFlash.com, TANA PASER - Terdapat 24 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di sejumlah sektor perusahaan di Kabupaten Paser, baik itu tambang batu bara hingga kelapa sawit.

Tenaga kerja tersebut berasal dari berbagai negara, seperti Australia, Malaysia, India, Srilanka dan Korea, Rabu (6/4/2022).

Hal itu disampaikan Kabid Penempatan Perluasan Kesempatan Kerja (P2K2) pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Paser, Nuriansyah.

"Pekerja asing di perusahaan batu bara banyak dari Australia, sementara pekerja asing perusahaan kebun kelapa sawit berasal dari Malaysia, India, dan Sri Lanka," paparnya.

Kesemua pekerja asing tersebut, berada dalam pengawasan Disnakertrans Paser, dan setiap perusahaan yang memiliki tenaga kerja asing wajib membayarkan retribusi ke kas daerah.

"Namanya retribusi penggunaan tenaga kerja asing, perusahaan membayarnya ke Badan Pendapatan Daerah," urainya.

Adapun retribusi yang harus dibayarkan perusahaan pemberi kerja bagi orang asing, yaitu 100 dolar per orang untuk tiap bulannya.


Retribusi tersebut cukup besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), berkisar Rp 400 juta lebih per tahunnya.

"Mereka membayarnya setiap tahun," ujar Nuriansyah.

Dalam periode beberapa bulan sekali, Disnakertrans aktif lakukan pengawasan terhadap pekerja asing di sejumlah perusahaan.

Kebanyakan dari pekerja asing tersebut merupakan yang memiliki status jabatan menengah ke atas.

"Artinya, jarang sekali pekerja asing yang bekerja di tataran lapangan," sebut Nuriansyah.

Keberadaan tenaga asing lebih kurang dapat menularkan skil kepada tenaga kerja lokal.

"Ada tenaga kerja lokal yang cukup lama bekerja, mengambil pengalaman dari tenaga kerja asing, dan bisa menjadi bekalnya dalam bekerja," tutup Nuriansyah.

(BorneoFlash.com/SAN)
Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar