Pemkot Balikpapan

Hasil Sidak Dua Pasar Ramadan, Wali Kota Balikpapan Tidak Temukan Pangan Mengandung Bahan Berbahaya  

lihat foto
Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud bersama Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Vincentius Thirdy Hadmiarso melakukan Sidak di dua pasar Ramadhan yakni pasar Ramadhan Balikpapan Permai dan pasar Ramadhan Ruko Bandar, Rabu (6/4/2022). Foto: BorneoFlash.com/N
Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud bersama Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Vincentius Thirdy Hadmiarso melakukan Sidak di dua pasar Ramadhan yakni pasar Ramadhan Balikpapan Permai dan pasar Ramadhan Ruko Bandar, Rabu (6/4/2022). Foto: BorneoFlash.com/Niken.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud bersama Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Vincentius Thirdy Hadmiarso melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di dua pasar Ramadhan yakni pasar Ramadan Balikpapan Permai dan pasar Ramadan Ruko Bandar.

Turut hadir pula, Ketua Tim Penggerak PKK Hj Nurlena Mas'ud bersama Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mendampingi Walikota melakukan sidak puluhan pedagang di dua tempat pasar Ramadhan, sekaligus melakukan uji sampel makanan dan minuman yang mengandung unsur pewarna.

Walikota berbelanja makanan dan minuman di pasar Ramadan untuk dibagikan kepada masyarakat termasuk para Awak media.

"Saat ini pembeli juga terbatas karena situasi kondisi Covid-19. Kita berdoa semoga sehat-sehat semua saja dan perekonomian bisa kembali pulih," jelasnya saat ditemui di sela-sela sidak, Rabu (6/4/2022).

Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas
Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud. Foto: BorneoFlash.com/Niken.

Rahmad mengatakan jika tahun ini ada kelonggaran aktivitas masyarakat dalam pelaksanaan pasar Ramadan. Hal ini untuk menggerakkan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), supaya bisa bangkit kembali.

"Dalam kunjungan pertama (Pasar Ramadan Balikpapan Permai) ini biasa saja karena tahun lalu ini dipakai juga untuk Pasar Ramadhan, cuman ada pembatasan dengan diberikan plastik untuk protokol kesehatan," ucapnya.


Dari kunjungan dua sidak mengambil 16 sampel makanan dan minuman yang berwarna seperti sampel ikan asin. "Rata-rata berwarna karena takut ada indikasi pewarna termasuk ikan asin," ujar Rahmad.

Sementara itu, Kepala Loka POM Balikpapan Sumiyati Haslinda mengatakan tadi sudah dilakukan pengambilan sampel makanan dari hasil sidak untuk mengecek bahan-bahan yang berbahaya yang biasa disalahgunakan seperti mengandung formalin, borax termasuk pewarna.

"Sementara kita uji didepan hasilnya seperti apa, nanti kita lihat 10 menit hasilnya keluar," imbuhnya.

Adapun tujuan dari pengujian hasil sidak ini untuk mengetahui bahwa makanan yang dijual disini aman dikonsumsi masyarakat dan tidak mengandung bahan berbahaya.Kalau tahun sebelumnya belum pernah ditemukan dari bahan berbahaya itu.

"Untuk hasil uji, loka POM sebenarnya telah rutin melakukan pengawasan pangan takjil di seluruh titik yang ada di Kota Balikpapan termasuk pemeriksaan distributor pangan, toko atau ritel untuk melihat tidak ada penjual makanan yang kadaluarsa," pungkasnya.

Berdasarkan hasil sampel yang telah diuji kelayakannya makanan dan minuman hasil sidak dari dua pasar Ramadhan tidak ditemukan makanan dan minuman yang mengandung bahan berbahaya.

(BorneoFlash.com/Niken)
Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar