Dinas Perdagangan Kota Balikpapan

Arzaedi: Bulan Ramadan Masyarakat Belanja Sesuai kebutuhan dan Para Pelaku Usaha Sebagai Moment Berbagi

lihat foto
Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan, Arzaedi Rachman. Foto: BorneoFlash.com/Niken.
Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan, Arzaedi Rachman. Foto: BorneoFlash.com/Niken.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan memastikan pasokan bahan pokok sembako di bulan Ramadan aman. Pasalnya, Distributor telah membuka Purchase Order (PO) dan menaikan 40 persen dari sebelumnya.

"Meski tidak datang sekaligus. Cuman setiap 1 atau 2 Minggu itu datang, tergantung distribusinya. Mudah-mudahan distribusi tidak terganggu.

Kalau untuk posisi sekarang hingga 3 bulan kedepan sampai bulan Juli masih aman," jelas Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Arzaedi Rachman kepada awak media Minggu (3/4/2022).

Arzaedi meminta kepada seluruh pelaku usaha, agar di bulan Ramadan ini dijadikan sebagai momentum untuk berbagi. Artinya, memberikan CSR nya kepada masyarakat dengan tidak menaikan harga bahan pokok.

"Misalkan pelaku usaha ini menaikan harga Rp 500 yah sudahlah tidak usah dinaikan dulu di bulan Ramadan sampai dengan Idul Fitri ini, anggap saja CSR nya.

Ini yang saya harapkan sehingga ada peran serta masyarakat maupun pedagang sehingga masyarakat bisa terpenuhi kebutuhan pokoknya," terangnya.

Apabila jika harga barang tinggi akan tetapi barangnya juga ada tentunya pokok tidak masalah. Akan tetapi yang menjadi masalah jika harga murah akan tetapi barangnya tidak ada.

"Untuk itu kita tetap menjaga pasokan. Dan kami juga menjaga pelaku usaha agar tidak mentracing untuk kenaikan," ungkap Arzaedi.


Arzaedi mengakui saat ini ada beberapa bahan pokok sembako yang mengalami kenaikan, seperti halnya gula, daging. Ini memang ada pengaruhnya terhadap distribusi yang mempengaruhi biaya produksi.

Contoh yang nyata adanya kenaikan biaya kontainer. Apalagi Balikpapan ini 85-90 persen tergantung dengan daerah pemasok.

"Nah bisa saja ada gangguan di daerah pemasok untuk distribusinya. Sehingga berdampak pada produksi semua. Makanya di Balikpapan ini saya harapkan kearifan pelaku usaha atau distributor sekira tidak mengambil moment ini sebagai kesempatan, jika bisa bertahan kenapa tidak," ungkapnya.

Arzaedi meminta juga kepada masyarakat agar tidak panik buying, belanja sesuai kebutuhan dan pelaku usaha jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan di bulan Ramadan hingga Lebaran Idul Fitri.

"Tapi saya yakni pelaku usaha kita sudah berhitung sampai kesana dan tidak mengambil keuntungan dalam kesempitan. Karena kami setiap saat melakukan monitoring kelapangan.

Tidak hanya menerima dokumen saja, tapi kami mau liat dan memastikan laporannya, untuk memastikan stok bahan pokok kita mencukupi, itu yang paling penting," serunya.

Berdasarkan pantauannya harga belum ada pedagang yang menjualkan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) mengikuti harga acuan.

"Harga acuan ini tidak mesti sama. Bisa diatas dan dibawah. Tolong harganya itu terjangkau dan layak," pungkasnya.

(BorneoFlash.com/Niken)
Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar