BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Lingkar Muda Indonesia (LMI) Balikpapan menggelar dialog publik dengan mengangkat tema peran dan kepedulian masyarakat Balikpapan dalam menjaga kilang minyak Pertamina sebagai objek vital nasional, di Ballroom Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Sabtu (26/3/2022).
Diketahui, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan ditetapkan sebagai objek vital nasional dengan Keputusan Presiden RI Nomor 63 Tahun 2004, tentang Pengamanan Obyek Vital Nasional serta Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Nomor 202.K/HK.02/MEM.S/2021 tahun 2021 tentang Objek Vital Nasional Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Anggota Ombudsman RI Hery Susanto menyampaikan bahwa Balikpapan memiliki kilang minyak yang merupakan obyek vital nasional, sehingga sesuai dengan amanah undang-undang obyek vital nasional harus mendapatkan perhatian. Pasalnya, obyek nasional itu adalah kepentingan bangsa.
Mengingat, Kilang minyak ini untuk mendistribusikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berdampak besar terhadap masyarakat. Apabila terjadi kebakaran atau hal yang mengancam kepada obyek vital nasional dapat berimbas terhadap keselamatan masyarakat, seperti yang terjadi di Indramayu sebanyak 3.875 rumah rusak terkena imbas akibat ledakan yang terjadi di kilang minyak.
Meskipun di Kota Balikpapan jauh dari area pemukiman warga, tetapi harus tetap dirawat dengan baik oleh Pertamina. Apalagi anggaran di tahun 2022-2027 untuk revitalisasi aset tujuh kilang minyak di Indonesia yang diberikan Pemerintah cukup besar yakni Rp 600 miliar.
"Dengan anggaran yang besar itu menjadi satu perhatian bersama bagaimana perawatannya, pembangunannya disamping itu juga memperhatikan masyarakat sekitar. Bagaimanapun kilang minyak ini kan industri strategis untuk kebutuhan minyak," jelasnya kepada awak media, Sabtu (26/3/2022).
Peran serta masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga salah satu obyek vital nasional yang berada di Kota Balikpapan. Oleh karenanya, Pertamina sering melakukan sosialisasi edukasi kepada masyarakat.
"Kita mendorong partisipasi publik untuk menjaga sebagai obyek vital nasional. Saya sangat respon dengan acara ini, karena ada upaya untuk mendorong peran serta masyarakat menjaga kilang minyak yang ada di Balikpapan," ungkap Hery.
Hal ini sangat membantu mengatasi persoalan-persoalan dari aspek sosial, ekonomi, sehingga Pertamina dapat bekerja dengan maksimal di daerah operasionalnya
Dalam upaya menjaga keberlangsungan kilang di Balikpapan, untuk itu Ombudsman dapat bersinergi dengan Pertamina atau perusahaan lainnya untuk bisa meningkatkan peran serta masyarakat lokal dan pemerintah.
Semetara itu, Area Manager Communications, Relations dan CSR Kilang Internasional RU Balikpapan Ely Chandra Peranginangin mengatakan Kilang Pertamina melayani kebutuhan BBM wilayah bagian tengah dan timur.
Kilang ini didesain untuk memproduksi solar, walaupun sebelumnya kilang minyak didesain untuk kebutuhan premium, bio solar dan sebagainya. Dengan adanya pengembangan kilang tentunya dapat meningkatkan produksi.
“Dengan tuntutan energi ramah lingkungan sehingga kebutuhan meningkat dan diperlukan pengembangan melalui RDMP,” serunya.
Selain akan menjadi kilang terbesar di Indonesia, kompleksitas di kilang di Balikpapan juga akan meningkat sampai 3 kali lipat, sehingga akan bersaing dengan kilang cilacap yang produksinya terbesar di Indonesia.
Ditetapkan kilang Balikpapan sebagai objek vital nasional, sangat berpengaruh dengan berbagai ancaman bencana, sehingga harus diantisipasi dengan melibatkan masyarakat lokal.
“Selama ini kami sudah berkoordinasi melalui program CSR dengan masyarakat sekitar. Sehingga mereka juga siap bila ada bencana, seperti banjir rob dan sebagainya,” paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi (Yapenti) Universitas Balikpapan (Uniba) Rendy Ismail menjelaskan pengembangan kilang melalui proyek RDMP diharapkan menyentuh aspek sosial, ekonomi masyarakat Balikpapan.
“Sebanyak Rp 600 triliun akan diinvestasikan dalam program pembangunan ini (RDMP), sama dengan investasi membangun IKN. Kemudian apa dampaknya terhadap masyarakat, ternyata masyarakat lokal tidak cukup terbedayakan," terangnya.
Diharap dapat menyerap tenaga kerja profesional, khususnya keterlibatan masyarakat lokal, para pemuda-pemudi di Balikpapan dengan persentase lebih besar.
"Jangan sampai lima tahun kedepan keterlibatan masyarakat lokal persentasi kecil untuk terlibat dalam kegiatan pembangunan sehingga akan berdampak cukup menjadi perhatian," ucapnya.
Dengan begitu, masyarakat tidak hanya merasa memiliki peran tapi juga tanggung jawab yang sama terhadap keamanan kilang minyak Pertamina sebagai objek vital nasional.
Yang kedua, informasi terkait kompetensi dan keahlian untuk pengembangan proyek ini perlu disampaikan kepada pemerintah daerah.
Sehingga informasi ini penting untuk diketahui masyarakat supaya dapat mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) di sekolah-sekolah agar bisa dibekali dengan kompetensi yang diperlukan.
Begitu juga dengan CSR perusahaan dapat diberikan untuk beasiswa mahasiswa, sehingga tidak ditujukan kepada usaha mikro kecil menengah saja.
Dalam diskusi publik dihadiri oleh Ketua Pembina LMI yakni Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Balikpapan Muhaimin, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Balikpapan Doortje Marpaung, Kabag Ops Polresta Balikpapan Kompol Sarbini.
(BorneoFlash.com/Niken)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar