Budi melanjutkan, saat ini tim Tanggap Darurat ACT Kaltim dan relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) telah berada di lokasi banjir untuk mengevakuasi warga.
ACT Kaltim juga membuka posko kemanusiaan di Jalan Poros Bontang KM 3, Desa Pinang Raya, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur.
“Ada sekitar 3.000 warga terdampak di Pinang Raya. Kami menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji, bahan makanan, dan bumbu untuk kebutuhan pangan warga terdampak dan dapur umum mereka. Karena setiap RW membuat dapur umum untuk warganya,” jelasnya.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur hingga Selasa (22/3/2022) sebanyak 2.477 unit rumah terdampak banjir.
Sebanyak 5.245 Kepala Keluarga (KK) atau 16.896 jiwa terdampak, 1.000 jiwa diantaranya mengungsi di pos pengungsi Masjid Agung Center. Banjir di Sangatta terjadi sejak Sabtu (19/3/2022). (*)





