BorneoFlash.com, SANGATTA – Banjir di Sangatta Selatan dan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur yang melanda sejak Sabtu (19/3/2022) hingga kini belum surut.
Bahkan pada Selasa (22/3/2022) pagi bertambah dipicu hujan deras mengguyur Sangatta sejak Senin (21/3/2022) malam.
Budi Cahyanto dari Tim Tanggap Darurat Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalimantan Timur (Kaltim) melaporkan ketinggian air di Sangatta antara 30 sampai 130 centimeter.
Jalan Poros Bontang saat ini baru bisa dilalui oleh kendaraan besar seperti truk.
“Truk juga harus hati-hati dan pelan-pelan. Kendaraan kecil belum bisa melintas karena air masih tinggi dan bisa menyebabkan mati mesin. Ketinggian air di perkampungan warga yang jauh dari jalan poros utama masih sangat tinggi, hampir dua meter,” kata Budi, Selasa (22/3/2022).
Budi melanjutkan, saat ini tim Tanggap Darurat ACT Kaltim dan relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) telah berada di lokasi banjir untuk mengevakuasi warga.
ACT Kaltim juga membuka posko kemanusiaan di Jalan Poros Bontang KM 3, Desa Pinang Raya, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur.
“Ada sekitar 3.000 warga terdampak di Pinang Raya. Kami menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji, bahan makanan, dan bumbu untuk kebutuhan pangan warga terdampak dan dapur umum mereka. Karena setiap RW membuat dapur umum untuk warganya,” jelasnya.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur hingga Selasa (22/3/2022) sebanyak 2.477 unit rumah terdampak banjir.
Sebanyak 5.245 Kepala Keluarga (KK) atau 16.896 jiwa terdampak, 1.000 jiwa diantaranya mengungsi di pos pengungsi Masjid Agung Center. Banjir di Sangatta terjadi sejak Sabtu (19/3/2022). (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar