BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Balikpapan melakukan penandatangan perjanjian kerjasama dengan Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas) tahun 2022 di Kantor Bapas Kelas II Balikpapan Jalan Jenderal Sudirman.
Penandatanganan kerjasama yang dilakukan Bapas Kelas II Balikpapan merupakan salah satu program yang dilakukan setiap tahun. Pasalnya, kerjasama ini mempunyai batas waktu.
Kepala Bapas Kelas II Balikpapan Budi Purwadi menyampaikan, kerjasama yang telah berjalan bersama Pokmas Lipas dapat terus berlanjut, karena memberikan banyak manfaat dan faedah bukan hanya kepada Bapas Kelas II Balikpapan tetapi kepada warga binaan permasyarakatan.
"Alhamdulillah, selama kami bekerjasama dengan Pokmas Lipas banyak sekali perubahan terutama pada klien (warga binaan pemasyarakatan) kami. Merubah kehidupan perekonomiannya," jelasnya saat ditemui usai kegiatan, Kamis (17/2/2022).
Budi menyebutkan, sebanyak tujuh Pokmas Lipas yaitu Yayasan Sekata Balikpapan, LBH Sikap, HIPMSI Kaltim, Cinta Laundry, Forkomnapas, SMKN 4 Balikpapan, PT Rumah Kutai Perencanaan telah peduli terhadap warga binaan masyarakat, sehingga menjalin kerjasama dengan Bapas Kelas II Balikpapan.
Diharapkan, ke depan Pokmas Lipas akan terus bertambah. Mengingat, zaman semakin berkembang dan kebutuhan semakin bertambah.
"Kami akan merangkul Pokmas Lipas yang lainnya. Kami tidak memilih. Siapapun yang mempunyai kontribusi dan mau memberikan sumbangsihnya. Silahkan, kami terbuka karena itu sangat membantu kami," serunya.
Bapas Kelas II Balikpapan bertugas untuk memberikan bimbingan kepada warga binaan pemasyarakatan yang keluar dari Lapas Kelas II A Balikpapan dengan mendapatkan asimilasi, pelepasan bersyarat maupun cuti bersyarat.
"Itu orientasi yang Bapas Kelas II Balikpapan lakukan untuk pembimbingan dan program yang telah berjalan selama tiga tahun dengan Pokmas Lipas hasilnya terlihat sekali. Memberikan hasil yang baik," terangnya.
Budi merasa sedih sekali karena masih banyak klien atau warga binaan yang telah keluar dari Lapas Kelas II A Balikpapan diluar pada waktunya, agak kesulitan untuk melakukan perubahan kehidupan terutama masalah ekonomi.
Hal itu disebabkan karena pendidikan yang sangat rendah atau stigma masyarakat bahwa orang keluar dari Lapas tidak dapat dipercaya.
"Kewajiban kami dengan adanya kerjasama ini membangun sinergitas, membangun semangat dan perubahan. Dengan tujuan melakukan perubahan pelayanan terhadap publik dan terhadap Pokmas Linmas. Ini merupakan kontribusi terhadap klien," urainya.
Bapas Kelas II Balikpapan bertujuan merangkul agar dapat memberdayakan klien supaya menjadi lebih baik. Tentunya, mengurangi tingkat kejahatan di Kota Balikpapan.
"Tugas kami bersama untuk merubah mindset supaya punya kegiatan dan merubah tatanan ekonominya, sehingga tidak melakukan tindakan pidana lagi. Semua yang menjadi kendala masalah dana atau anggaran walaupun sebenarnya masih ada jalan lain yang bisa dilakukan," pungkasnya.
Budi menambahkan, pelatihan yang diberikan oleh Pokmas Linmas kepada warga binaan dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang ada. Itupun salah satu untuk pencapaian anggaran yang transparan.
"Tidak semua sama terkadang ada seminggu, ada yang dua minggu. Ada yang cuma tiga hari," tutupnya.
Salah satu Pokmas Lipas Yayasan Sekata Balikpapan Muhammad Efendi mengucapkan terima kasih, karena selama tiga tahun ini telah dipercaya untuk dapat menjadi bagian dari Pokmas Lipas Balikpapan.
"Bagaimana dapat memberikan pelayanan kepada saudara kami yang butuh untuk dukungan, karena mereka tidak bisa sendiri," ucapnya.
Ia mengungkapkan masih banyak pemikiran masyarakat bahwa orang yang keluar dari Lapas tidak bisa berubah, sehingga Pokmas Lipas dapat mendampingi dengan memberikan edukasi dan pembekalan bahwa setiap manusia mempunyai kesempatan untuk bisa memperbaiki diri.
"Siapa lagi kalau bukan kami selaku mitra kerja untuk bisa membantu teman-teman kami yang membutuhkan gambaran dari permasalahan. Agar saat mereka kembali ke masyarakat dapat berfungsi kembali seperti sediakala," paparnya.
Menurutnya, kesiapan mental itu sangat penting karena akan berdampak pada klien dan orang-orang yang berada disekitarnya.
"Mudah-mudahan kami sebagai Mitra kerja Bapas Kelas II Balikpapan dapat bertukar pendapat, berbagai pengetahuan dan pengalaman agar bisa membantu teman-teman yang sedang memperbaiki diri," serunya.
Begitu juga dengan Ketua Himpsi Kalimantan Timur Dwita Salverry mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Bapas Kelas II Balikpapan atas penandatangan kerjasama kembali kepada Pokmas Lipas tahun 2022.
"Kami sangat senang dan bangga telah dipercaya untuk bisa berkiprah dengan Bapas Kelas II Balikpapan dan Pokmas Lipas lainnya," ujarnya.
(BorneoFlash.com/Niken)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar