BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 125 Balikpapan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menggelar rapat paripurna istimewa yang mengusung tema "Balikpapan Gotong Royong Balikpapan Nyaman", berlangsung di Ballroom Hotel Novotel Balikpapan, Rabu (9/2/2022).
Rapat paripurna istimewa dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Balikpapan H Abdulloh bersama Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud didampingi Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono, Sabaruddin Panrecalle dan Subari.
Mengingat, pelaksanaan digelar di tengah Pandemi Covid 19, maka tamu undangan yang menghadiri kurang lebih dari 200 peserta. Hal itu sesuai dengan penerapan protokol kesehatan.
Dalam sambutan rapat paripurna, Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh masyarakat Balikpapan atas dukungan dan partisipasi dalam membangun Kota Balikpapan.
"Tanpa dukungan partisipasi semua pihak, saya yakin sebaik apapun program pembangunan yang direncanakan pemerintah tidak akan terlaksana dengan baik," ujarnya di depan ratusan tamu undangan baik offline maupun secara virtual.
Untuk mendukung keputusan Presiden RI Joko Widodo memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), berdampak besar terhadap Kota Balikpapan sebagai Kota Penyangga IKN.
Oleh karenanya, masyarakat Balikpapan harus benar-benar menyiapkan diri menjadi individu dan kelompok yang berkompeten termasuk memiliki skill dengan didasari iman yang kuat dan tidak meninggalkan kultur budaya bangsa, agar mampu memajukan Kota tercinta ini.
"Jangan sampai kehadiran IKN di Kaltim, namun kita hadir sebagai penonton belaka," ucapnya.
Untuk menjadi Kota yang nyaman dihuni, hal ini tidak mudah butuh perencanaan yang matang dan kebijakan yang didukung dari komponen masyarakat.
Sehingga, menjadi peluang besar untuk memajukan Kota dan mensejahterakan masyarakat Balikpapan dengan mendukung program pemerintah.
"Lapisan masyarakat senantiasa menjaga dan semakin meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa khususnya di Balikpapan," ungkapnya.
Tema peringatan HUT ke 125 Balikpapan yakni "Balikpapan Gotong Royong, Balikpapan Nyaman" ini diusung bukan tanpa makna, tapi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu dalam membangun Kota Balikpapan menjadi kota yang nyaman untuk dihuni.
"Momen ini kita dapat menunjukkan jiwa gotong royong yang sebenarnya, dengan tidak egois yang melaksanakan kegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan, saling mengingatkan dalam kebaikan," serunya.
Sementara itu, Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud mengatakan penanganan Covid 19 tetap harus dilanjutkan dengan terus memperkuat solidaritas dan kebersamaan sosial dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi.
"Langkah-langkah percepatan pemulihan ekonomi ini harus didukung oleh seluruh unsur masyarakat tanpa memandang suku, agama, ras dan golongan," serunya.
Berdasarkan hal tersebut, maka tema yang diangkat pada peringatan hari jadi ke-125 Kota Balikpapan adalah “Balikpapan Gotong Royong, Balikpapan Nyaman”. Tema ini memiliki makna masyarakat Kota Balikpapan yang bersifat heterogen.
"Diharapkan tetap menjalin persatuan dan kesatuan tanpa memandang adanya perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan (sara), yang saling bergotong royong dalam membangun Kota Balikpapan, sehingga tercipta perasaan aman, senang, tenang dan nyaman untuk tinggal dan beraktivitas di Kota Balikpapan," terangnya.
Ia memaparkan bahwa sejak penetapan hari jadi Kota pada tanggal 10 februari 1897, hingga saat ini Kota Balikpapan telah tumbuh dan berkembang sebagai kota jasa dan industri pengolahan minyak terbesar di kawasan timur Indonesia.
Dengan didukung potensi geografis, keunggulan komparatif dan kompetitifnya, keberadaan infrastruktur, serta fasilitas penunjang perkotaan lainnya, memperkuat fungsi Kota Balikpapan yang tidak hanya sebagai sebagai kota jasa dan industri pengolahan minyak.
"Telah menjelma menjadi salah satu barometer kemajuan pembangunan di kawasan tengah dan timur Indonesia,"ucapnya.
Selain itu, Kota Balikpapan terus mengembangkan aktivitas jasa dan industri secara lebih luas sebagai kota perdagangan dan pariwisata, serta mewujudkan balikpapan sebagai Kota Meeting, Incentive, Conference, Exhibition (M.I.C.E), yang bukan hanya berskala regional Kalimantan, namun juga berskala nasional hingga internasional.
"Berbagai kemajuan dan keberhasilan pembangunan di Kota Balikpapan tidak terlepas dari seluruh daya, upaya dan partisipasi seluruh warga masyarakat Kota Balikpapan," ucapnya.
Hal ini ditandai dengan berbagai penghargaan dan pengakuan baik dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat maupun dunia internasional.
Pada rapat paripurna istimewa tersebut, Wali Kota Balikpapan memberikan penghargaan warga peduli lingkungan kepada Ketua DPRD Balikpapan H Abdulloh. Kemudian, dilanjutkan memberikan penghargaan kepada warga berprestasi sebanyak 13 orang dan penghargaan warga pelopor sebanyak 12 orang.
Tak hanya itu, penghargaan wajib pajak dalam kategori hotel dan restoran pun diberikan yakni Hotel Ibis, City Hotel, KOS GSI 20, Rumah Makan Torani, PT Fastfood Indonesia, TBK (KFC), PT Nindy Agung Lestari.
Selanjutnya, penyerahan santunan kecelakaan kerja secara simbolis diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada dia korban kecelakaan muara rapak dan satu Ketua RT. Ada pula penyerahan sertifikat tanah aset Pemerintah Kota Balikpapan kepada Kepala Kantor Pertanahan Balikpapan.
Yang menarik dalam rapat paripurna ini adalah Launching pakaian adat Mahligai Balikpapan yang merupakan pakaian daerah Balikpapan serta menetapkan identitas flora jahe Balikpapan sebagai salah satu flora endemik Kota Balikpapan.
(BorneoFlash.com/Niken)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar