BorneoFlash.com, JAKARTA - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) melonjak di berbagai belahan dunia selama masa pembatasan sosial akibat wabah virus corona. Bahkan, berbagai departemen kepolisian melaporkan menerima lonjakan aduan hingga dua kali lipat.
Di Indonesia sendiri, Komisi Nasional Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menemukan, perempuan semakin stres di tengah karantina pandemi dan pembatasan sosial. Survei yang dilakukan pada Maret-April 2020 secara daring ini juga menunjukkan, 10,3 persen dari total 2.285 responden mengaku hubungan dengan pasangan kian tegang.
Survei Komnas Perempuan mendapati, 88 persen responden mengalami kekerasan tapi nyaris kebanyakan tak berani melapor. Hanya 7,7 persen yang berani mempermasalahkan kekerasan yang dialami.
Masa-masa ini jadi waktu yang sulit sekaligus membahayakan bagi korban. Mengingat sebagian korban tidak punya tempat aman untuk melarikan diri.
Korban boleh jadi tak bisa menenangkan diri ke rumah kawan ketika pasangan mendinginkan kepala, atau sekadar menyegarkan pikiran. Karena situasi pandemi tak memungkinkan pergerakan bebas. Situasi ketidakpastian wabah memaksa mereka mendekam bersama pelaku, sekalipun tak nyaman.
Perpetua Neo, seorang psikolog sekaligus pendamping perempuan korban penganiayaan (abusive relationship) yang tengah dalam masa pemulihan mengungkapkan, pelaku menunjukkan watak asli secara terang-terangan di depan korban.
Beberapa pelaku kekerasan acap memakai 'topeng' ketika di depan umum, menampilkan diri sebagai sosok yang menawan dan disukai banyak orang. Hanya saja tidak ketika di depan korban.
"Mereka hanya dapat berpura-pura sampai periode tertentu sebelum mereka menunjukkan wujud asli mereka. Berada di rumah setiap saat berarti menghabiskan banyak waktu dengan korban," ucap Perpertua Neo dilansir dari Insider.
Itu sebab jika mulai merasa pasangan Anda menunjukkan gelagat abusive atau mengarah pada kekerasan, berikut langkah-langkah untuk melindungi diri:
- Kontak keluarga maupun teman Anda
Halaman:
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar