“Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari pelatihan guru, tetapi dari dampaknya terhadap hasil belajar anak. Pendampingan yang intensif terhadap guru, kepala sekolah, dan pengawas menunjukkan hasil yang signifikan dalam waktu yang relatif singkat,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala Badan Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan bahwa pembangunan IKN harus berjalan seiring dengan pembangunan sumber daya manusia yang unggul melalui pendidikan berkualitas.
Menurutnya, penguatan literasi dan numerasi menjadi fondasi penting untuk menyiapkan generasi yang mampu berpikir kritis, memecahkan masalah, serta beradaptasi menghadapi tantangan masa depan.
“Praktik baik yang berkembang di sekolah-sekolah Sepaku menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan dapat diwujudkan melalui kebijakan yang tepat, pendampingan yang berkelanjutan, dan kolaborasi yang kuat. Pengalaman ini menjadi modal penting untuk terus memperkuat kualitas pendidikan di wilayah IKN,” ujar Toni.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Guru Gugus 2 Kecamatan Sepaku, Sarina, mengaku program tersebut memberikan banyak pembelajaran bagi para pendidik sekaligus menegaskan pentingnya pendampingan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Program ini menghadirkan pemberdayaan bagi para guru dan memperkuat lingkungan belajar di sekolah. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan membuat praktik-praktik baik yang dikembangkan dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat langsung bagi peserta didik. Kami berharap pengalaman ini dapat diadopsi lebih luas sehingga semakin banyak sekolah yang merasakan dampaknya,” ungkapnya.

Ke depan, Otorita IKN akan mendorong penyebarluasan berbagai praktik baik tersebut ke sekolah-sekolah di wilayah lain agar peningkatan mutu pembelajaran dapat menjangkau lebih banyak satuan pendidikan.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, pembangunan IKN diharapkan tidak hanya menghadirkan infrastruktur modern, tetapi juga menciptakan fondasi sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi untuk masa depan Indonesia. (*/Humas Otorita IKN)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar