Ia menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan mampu memastikan seluruh infrastruktur kepelabuhanan beroperasi secara aman, lancar, dan andal guna mendukung distribusi minyak mentah maupun produk hasil kilang.
Memasuki fase pengoperasian awal Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, integrasi infrastruktur penunjang menjadi faktor krusial. Salah satu aset strategis yang segera dioperasikan adalah fasilitas SPM berkapasitas 320.000 DWT di Lawe-Lawe.
SPM ini dirancang untuk melayani kapal tanker raksasa pengangkut minyak mentah. Selanjutnya, minyak mentah tersebut dialirkan melalui jaringan pipa menuju Terminal Crude Lawe-Lawe untuk memasok kebutuhan bahan baku Kilang Balikpapan.
Plt Direktur Utama PTK, Eko Cahyadi, menjelaskan bahwa dalam kolaborasi ini pihaknya akan menghadirkan layanan kepelabuhanan dan marine untuk jangka panjang.
“Layanan ini diharapkan dapat mendukung proses sandar kapal hingga pengaliran minyak mentah secara lebih efektif dan efisien,” jelasnya.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang integrated marine logistics, PTK berkomitmen menghadirkan layanan yang mengedepankan keselamatan dan keamanan kerja, keandalan operasional (operational reliability), serta efisiensi.

Menurut Eko, sinergi antar entitas di Pertamina Group merupakan bagian vital dalam menjaga keandalan rantai pasok operasional kilang sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Adanya dukungan pengelolaan pelabuhan yang terintegrasi, proyek RDMP Balikpapan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi kilang, sekaligus memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga di tengah dinamika kebutuhan energi yang terus meningkat. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar