PT Kilang Pertamina Balikpapan

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, KPB dan PTK Teken MoU Pengelolaan Pelabuhan SPM 320.000 DWT

lihat foto
KPB bersama PTK resmi menandatangani Nota Kesepahaman terkait Port Management Bundling, pada Jumat (5/6/2026). Foto: HO/KPB
KPB bersama PTK resmi menandatangani Nota Kesepahaman terkait Port Management Bundling, pada Jumat (5/6/2026). Foto: HO/KPB

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) bersama Pertamina Trans Kontinental (PTK) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait Port Management Bundling yang mencakup layanan jasa kepelabuhanan, marine, dan konstruksi. 

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung operasional fasilitas Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 320.000 Deadweight Tonnage (DWT) dan jetty milik KPB.

Penandatanganan dilakukan di Balikpapan pada Jumat (5/6/2026), oleh Direktur Utama KPB Bambang Harimurti dan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PTK Eko Cahyadi.

Kolaborasi ini menandai penguatan sinergi di lingkungan Pertamina Group dalam mengembangkan pengelolaan infrastruktur energi nasional yang terintegrasi dan andal, khususnya di sektor maritim.

Melalui kerja sama ini, PTK akan mendukung berbagai kegiatan operasional di fasilitas pelabuhan dan terminal laut milik KPB.

Ruang lingkupnya meliputi pemanduan kapal saat proses sandar dan lepas di fasilitas SPM, layanan operasional di New Jetty 6A, hingga inspeksi dan perawatan rutin infrastruktur.

lihat foto
Kerja sama KPB dan PTK dalam mendukung operasional fasilitas Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 320.000 Deadweight Tonnage (DWT) dan jetty milik KPB.  Foto: HO/KPB
Kerja sama KPB dan PTK dalam mendukung operasional fasilitas Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 320.000 Deadweight Tonnage (DWT) dan jetty milik KPB. Foto: HO/KPB

Direktur Utama KPB, Bambang Harimurti, menyampaikan bahwa dukungan PTK selama ini sangat membantu kelancaran operasional kilang.

“Kilang Pertamina Balikpapan sangat terbantu atas layanan yang diberikan PTK. Sinergi ini diharapkan terus berlanjut sehingga menghasilkan service continuity dan kerja sama yang semakin harmonis,” ujarnya.


Ia menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan mampu memastikan seluruh infrastruktur kepelabuhanan beroperasi secara aman, lancar, dan andal guna mendukung distribusi minyak mentah maupun produk hasil kilang.

Memasuki fase pengoperasian awal Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, integrasi infrastruktur penunjang menjadi faktor krusial. Salah satu aset strategis yang segera dioperasikan adalah fasilitas SPM berkapasitas 320.000 DWT di Lawe-Lawe.

SPM ini dirancang untuk melayani kapal tanker raksasa pengangkut minyak mentah. Selanjutnya, minyak mentah tersebut dialirkan melalui jaringan pipa menuju Terminal Crude Lawe-Lawe untuk memasok kebutuhan bahan baku Kilang Balikpapan.

Plt Direktur Utama PTK, Eko Cahyadi, menjelaskan bahwa dalam kolaborasi ini pihaknya akan menghadirkan layanan kepelabuhanan dan marine untuk jangka panjang.

“Layanan ini diharapkan dapat mendukung proses sandar kapal hingga pengaliran minyak mentah secara lebih efektif dan efisien,” jelasnya.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang integrated marine logistics, PTK berkomitmen menghadirkan layanan yang mengedepankan keselamatan dan keamanan kerja, keandalan operasional (operational reliability), serta efisiensi.

lihat foto
KPB bersama PTK resmi menandatangani Nota Kesepahaman terkait Port Management Bundling, pada Jumat (5/6/2026). Foto: HO/KPB
KPB bersama PTK resmi menandatangani Nota Kesepahaman terkait Port Management Bundling, pada Jumat (5/6/2026). Foto: HO/KPB<b></b>

Menurut Eko, sinergi antar entitas di Pertamina Group merupakan bagian vital dalam menjaga keandalan rantai pasok operasional kilang sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Adanya dukungan pengelolaan pelabuhan yang terintegrasi, proyek RDMP Balikpapan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi kilang, sekaligus memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga di tengah dinamika kebutuhan energi yang terus meningkat. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar