“Mari jadikan momentum ini sebagai semangat bersama untuk memperkuat kepedulian sosial dan membangun Balikpapan yang semakin nyaman, inklusif, dan berkelanjutan,” tutupnya.
Rumah Singgah Sehati digagas oleh pasangan Soeny Yoewono Koesbandi dan Florentina Srianti. Inisiatif ini berangkat dari pengalaman pribadi Florentina sebagai penyintas kanker.
Pahitnya menjalani pengobatan menjadi dorongan kuat baginya untuk membantu pasien lain yang menghadapi perjuangan serupa, terutama mereka yang berasal dari luar daerah dan harus menjalani perawatan jangka panjang di RSUD Kanujoso Djatiwibowo.
Rumah Singgah Sehati menyediakan tempat tinggal sementara gratis bagi pasien kanker peserta BPJS Kesehatan kelas 3 yang dirujuk berobat ke Balikpapan. Pasien diperbolehkan tinggal selama masa pengobatan dengan satu orang pendamping tanpa dipungut biaya apa pun.
Selama ini, banyak pasien kanker dari luar Balikpapan menghadapi beban biaya penginapan yang tidak sedikit, bahkan bisa berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Tak jarang kondisi tersebut membuat pasien menyerah dan menghentikan pengobatan.

Dengan lokasi yang relatif dekat dari RSUD Kanujoso, rumah singgah ini diharapkan mampu mengurangi beban tersebut, sehingga pasien dapat lebih fokus menjalani terapi hingga tuntas.
Tak hanya menyediakan tempat tinggal, Rumah Singgah Sehati juga akan menjadi ruang kebersamaan. Ke depan, akan digelar berbagai kegiatan seperti sosialisasi dan edukasi kesehatan oleh dokter serta tenaga ahli, guna meningkatkan pemahaman pasien tentang pengobatan dan pola hidup sehat.
Rumah Singgah Sehati menjadi bukti bahwa dari pengalaman pribadi yang penuh ujian, bisa lahir gerakan kemanusiaan yang membawa harapan bagi banyak orang. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar