“Nilai-nilai fundamental dari Pertamina mengenai sistem manajemen program yang terstruktur, standar keselamatan yang tinggi, serta komitmen terhadap implementasi ESG menjadi fondasi yang terus kami bawa. Kami meneruskan warisan disiplin dan profesionalisme tersebut untuk memastikan setiap aksi restorasi pesisir memberikan dampak nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, anak perusahaan PHI lainnya, yakni PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), khususnya Daerah Operasi Bagian Utara (DOBU), telah mengimplementasikan proyek percontohan dengan metode rig to reef untuk konservasi keanekaragaman hayati di sekitar Karang Segajah Bontang.
Project ini dimulai dengan inisiasi pilot project pada bulan Juli 2019, dan penandatangan Kesepakatan Bersama untuk Proyek Percontohan Rig to Reef (Project Agreement) dengan KHAN dari Korea Selatan pada bulan Agustus 2022 lalu.
Manager Environment PHI serta Fasilitator program Rig to Reef, Kemas Adrian, menyampaikan dukungan penuh terhadap implementasi program Rig to Reef, dimana Perusahaan menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan asset pasca-operasi migas secara bertanggung jawab.
”Program ini menjadi bukti bahwa kegiatan industri dapat berjalan selaras dengan upaya konservasi lingkungan melalui inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan. Kami berharap inisiatif ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keanekaragaman hayati laut, masyarakat pesisir, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.
Metode Rig to Reef merupakan metode pengalihfungsian bangunan dan instalasi di perairan laut yang telah mencapai akhir masa penggunaanya dalam kegiatan industri minyak dan gas bumi. Proses pembongkaran offshore platform menggunakan metode Rig to Reef ini memiliki beragam manfaat, baik dari perspektif lingkungan, operator industri minyak dan gas, maupun pemerintah.
Dari sudut pandang lingkungan, pelaksanaan Rig to Reef mampu memberikan dampak positif pada keanekaragaman hayati di perairan laut, terutama dalam hal meningkatkan keberagaman ekosistem terumbu karang dan populasi ikan.

Offshore platform yang sudah tidak digunakan dapat berperan sebagai habitat baru bagi biota laut, dan pada akhirnya kegiatan ini akan berkontribusi pada pelestarian ekosistem. Dari sudut pandang operator industri minyak dan bumi, metode ini dapat mengurangi biaya seperti biaya pembongkaran offshore platform, biaya transportasi dan biaya pengelolaan offshore platform yang tidak terpakai.
Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menambahkan bahwa perusahaan terus mengedepankan inovasi sosial dan lingkungan dalam pelaksanaan program CSR agar mampu memberikan dampak yang signifikan dan berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.
“Melalui berbagai inisiatif seperti Jaga Pesisir Kita dan Rig to Reef, kami tidak hanya berfokus pada perlindungan ekosistem, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat agar mereka dapat menjadi pelaku utama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir dan laut. Kami percaya bahwa kolaborasi, inovasi, dan keterlibatan masyarakat merupakan kunci untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” tutup Dony. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar