Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, mengajarkan bahwa setiap persoalan hendaknya diselesaikan dengan dialog dan musyawarah.
Sikap saling mendengar, menghargai pendapat, dan mengutamakan kebijaksanaan menjadi jalan untuk menciptakan kehidupan yang damai dan demokratis.
Sementara itu, sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, merupakan cita-cita luhur bangsa agar seluruh rakyat memperoleh kehidupan yang layak, sejahtera, dan adil tanpa diskriminasi.
Nilai ini dipertegas dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 yang menyatakan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Artinya, kekayaan bangsa harus dikelola untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya untuk kepentingan segelintir orang.
Hari Lahir Pancasila mengingatkan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara dan ideologi bangsa, tetapi juga pedoman hidup masyarakat Indonesia dalam membangun kedamaian, persatuan, dan keadilan sosial.
Selama nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam tindakan nyata, Indonesia akan terus menjadi bangsa yang kuat, damai, bermartabat, dan bersatu dalam keberagaman.
“Pancasila adalah jiwa bangsa Indonesia, pemersatu dalam keberagaman, dan cahaya menuju Indonesia yang adil, damai, dan sejahtera.” (*)
Penulis: Syarkawi Darkasi. S.H., M. M
Jabatan: Departemen Hukum dan Advokasi Komnasdik Provinsi Kalimantan Timur
No WhatsApp: 081346108911
Email: syarkawi11@gmail.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar