Dalam waktu dekat, Tim Inspektur Tambang dijadwalkan melakukan investigasi di lokasi untuk mengungkap fakta dan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Untuk mendukung proses penyelidikan sekaligus mencegah potensi risiko lanjutan, perusahaan juga memutuskan menghentikan sementara seluruh aktivitas operasional di area tempat kejadian perkara (TKP).
Langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan pertambangan.
Pasalnya, insiden ini merupakan kecelakaan kerja fatal kedua yang terjadi di area operasional KPC sepanjang tahun 2026, setelah peristiwa serupa yang terjadi pada Januari lalu.
Wawan menegaskan manajemen menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi serius untuk memperkuat sistem keselamatan kerja di seluruh lini operasional perusahaan.
“Secara khusus, manajemen sedang melakukan langkah strategis dan progresif untuk memastikan ke depan kejadian fatal seperti ini tidak terulang kembali,” tegasnya.
Saat ini proses investigasi masih berlangsung dan perusahaan menyatakan akan mendukung penuh setiap tahapan pemeriksaan guna memperoleh hasil yang objektif serta menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan kerja di masa mendatang. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar