Sejak menerima laporan kejadian, manajemen langsung bergerak untuk memastikan seluruh kebutuhan keluarga korban dapat ditangani dengan baik.
Perusahaan, lanjutnya, memberikan pendampingan mulai dari proses administrasi hingga pemakaman korban sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan.
“Kami mendampingi keluarga sejak pagi hari, menyampaikan belasungkawa, dan turut mendampingi hingga proses pemakaman agar semuanya berjalan dengan lancar,” katanya.
Terkait penyebab pasti kecelakaan, Wawan belum bersedia menjelaskan secara rinci karena proses investigasi masih berlangsung. Selain itu, perusahaan juga mempertimbangkan kondisi keluarga korban yang masih berduka.
Namun berdasarkan temuan awal di lapangan, terdapat indikasi adanya tindakan berisiko yang terjadi sesaat sebelum insiden berlangsung.
“Kelihatannya pada saat kejadian ada langkah dari korban yang memang berisiko sehingga kemudian terjadi keadaan seperti yang tidak kita harapkan. Kejadian ini tentu harus menjadi pelajaran dalam bekerja,” ujarnya.
Pasca-insiden, PT KPC telah melaporkan kejadian tersebut kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), khususnya Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), sesuai prosedur yang berlaku.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar