Meski mayoritas hewan dalam kondisi baik, petugas masih menemukan beberapa sapi yang tidak memenuhi syarat akibat mengalami cedera saat proses distribusi dari daerah asal menuju Kukar.
“Ada beberapa yang tidak layak, misalnya karena kakinya patah saat perjalanan,” ucapnya.
Iwan juga menjelaskan, sebagian besar sapi kurban yang masuk ke Kukar berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama Kupang, karena wilayah tersebut telah dinyatakan bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Kalau dari Kupang itu sudah bebas PMK, jadi tidak perlu karantina lagi,” katanya.
Sementara itu, sapi asal Sulawesi masih diwajibkan menjalani proses karantina sebelum dipasarkan karena daerah asalnya masih ditemukan kasus PMK.
“Yang dari Sulawesi harus dikarantina dulu sekitar 12 sampai 15 hari di Balikpapan,” tambahnya.
Selain sapi, Distanak Kukar juga memastikan ketersediaan kambing kurban masih mencukupi. Saat ini sekitar seribu ekor kambing disiapkan, baik dari peternak lokal maupun pasokan luar daerah seperti Jawa dan Banjar.
“Kalau kambing sementara ini aman juga, stoknya tersedia,” tutup Iwan. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar