Berita Kukar Terkini

Sapi Kurban di Kukar Mulai Ludes Dipesan, Distanak Pastikan Hewan Bebas PMK

lihat foto
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Iwan Hermawan. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Iwan Hermawan. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana

BorneoFlash.com, KUKAR – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, penjualan hewan kurban di Kutai Kartanegara (Kukar) mulai ramai diserbu masyarakat.

Sejumlah pedagang bahkan mengaku sebagian besar sapi yang mereka siapkan sudah lebih dulu dipesan warga sejak beberapa pekan terakhir.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Iwan Hermawan, mengatakan stok hewan kurban tahun ini dipastikan masih aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Kukar.

“Kalau total seluruh Kukar itu sekitar 6.000 ekor sapi kurban tersedia. Khusus Tenggarong ada sekitar 450 ekor yang tersebar di penjual-penjual,” ucap Iwan, pada Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, wilayah Samboja dan Samboja Barat menjadi daerah dengan jumlah stok sapi kurban terbanyak tahun ini. Ribuan sapi disiapkan di kawasan tersebut karena permintaan masyarakat yang cukup tinggi menjelang Iduladha.

“Paling banyak itu di Samboja dan Samboja Barat. Di sana sekitar seribu ekor disiapkan,” ujarnya. 

Selain memastikan ketersediaan stok, Distanak Kukar juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh hewan kurban yang dijual pedagang. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan layak kurban.

“Setelah diperiksa sehat, kami beri tanda bahwa sapi itu layak dijadikan hewan kurban,” sebut Iwan. 


Meski mayoritas hewan dalam kondisi baik, petugas masih menemukan beberapa sapi yang tidak memenuhi syarat akibat mengalami cedera saat proses distribusi dari daerah asal menuju Kukar.

“Ada beberapa yang tidak layak, misalnya karena kakinya patah saat perjalanan,” ucapnya. 

Iwan juga menjelaskan, sebagian besar sapi kurban yang masuk ke Kukar berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama Kupang, karena wilayah tersebut telah dinyatakan bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Kalau dari Kupang itu sudah bebas PMK, jadi tidak perlu karantina lagi,” katanya.

Sementara itu, sapi asal Sulawesi masih diwajibkan menjalani proses karantina sebelum dipasarkan karena daerah asalnya masih ditemukan kasus PMK.

“Yang dari Sulawesi harus dikarantina dulu sekitar 12 sampai 15 hari di Balikpapan,” tambahnya.

Selain sapi, Distanak Kukar juga memastikan ketersediaan kambing kurban masih mencukupi. Saat ini sekitar seribu ekor kambing disiapkan, baik dari peternak lokal maupun pasokan luar daerah seperti Jawa dan Banjar.

“Kalau kambing sementara ini aman juga, stoknya tersedia,” tutup Iwan. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar