Pemkot Samarinda, lanjut dia, telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1 miliar untuk mendukung pemulihan fasilitas di kawasan pasar tersebut.
Setelah dari Pasar Segiri, rombongan melanjutkan sidak ke Rumah Potong Hewan (RPH). Hasil pengecekan menunjukkan stok daging masih mencukupi dan harga belum mengalami lonjakan berarti menjelang Iduladha.
Pengawasan kemudian berlanjut ke lokasi pengisian LPG. Dalam peninjauan itu, ditemukan beberapa persoalan teknis yang menjadi perhatian pemerintah, khususnya terkait ketepatan takaran isi tabung gas.
Saefuddin menegaskan alat pengisian LPG perlu segera dilakukan kalibrasi ulang agar volume gas yang diterima masyarakat benar-benar sesuai standar.
“Seluruh tahapan, mulai dari kondisi tabung kosong, proses pengisian, hingga hasil akhir, harus dipastikan sesuai ketentuan sehingga masyarakat memperoleh haknya secara tepat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti adanya temuan kesalahan penghitungan timbangan LPG yang dinilai tidak seharusnya terjadi apabila sistem pengawasan berjalan maksimal.
“Kami menemukan adanya kekeliruan dalam penghitungan timbangan. Hal seperti ini seharusnya dapat dicegah apabila pengawasan dilakukan secara optimal,” katanya.
Atas temuan tersebut, Pemkot Samarinda meminta produsen bersama instansi terkait meningkatkan koordinasi dan memperketat pengawasan distribusi LPG agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih baik. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar