“Jangan lupa bahwa IKN ini akan lengkap pada tahun 2045. Anak-anak yang sekarang berusia lima, tujuh, atau sembilan tahun, kelak akan menjadi generasi muda yang hidup dan beraktivitas di IKN. Karena itu suara mereka perlu didengar. Ini menjadi medium komunikasi yang menarik dengan anak-anak,” ujarnya.
Selain mendongeng, rangkaian IKN Fun Day juga menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif lainnya seperti permainan tradisional, lomba mewarnai, pemutaran video edukasi, hingga area bermain catur bagi pengunjung dewasa.
Seluruh kegiatan dirancang untuk menciptakan ruang publik yang inklusif, edukatif, dan nyaman bagi keluarga.
“Kami membayangkan dalam beberapa menit anak-anak dan orang tua bisa melupakan gadget. Anak-anak bisa mendengarkan dongeng, menonton video edukasi, mewarnai. Ini bagus untuk motorik halus dan motorik kasar. Sambil menunggu, keluarga juga bisa bermain catur. Kami ingin memberi contoh bahwa ruang-ruang publik di IKN ramah keluarga,” tutur Myrna.
Sementara itu, Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menegaskan bahwa semakin banyak masyarakat datang langsung ke IKN, maka pemahaman publik mengenai pembangunan Nusantara akan semakin baik.

“IKN adalah kota terbuka, semua orang dapat menikmati setiap detail Kota Nusantara. Seeing is believing, melihat sendiri akan membuat orang percaya. Jangan mudah percaya pada ujaran di media sosial yang mengatakan pembangunan IKN macet atau mangkrak. Itu berita bohong dan menyesatkan,” tegas Troy.
Ia menambahkan, pembangunan IKN dilakukan dengan penuh semangat dan menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa menuju Indonesia maju, modern, dan berdaya saing global.
“Mari bersama-sama kita sukseskan hasil pemikiran dan kerja keras anak bangsa ini untuk Indonesia yang maju, modern, dan unggul di mata dunia,” pungkasnya. (*/Humas Otorita IKN)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar