Untuk tahap kesiapsiagaan dan deteksi dini, Otorita IKN mengoptimalkan pemanfaatan teknologi melalui pemasangan sensor kebakaran hutan di tujuh kawasan delineasi IKN yang memiliki potensi karhutla.
Pemantauan dilakukan secara langsung melalui command center Otorita IKN yang terintegrasi dengan sistem panggilan darurat dan panic button guna mempercepat respons penanganan.
Selain itu, kesiapan pemadaman juga diperkuat melalui penyediaan pos pemadam kebakaran di lima lokasi, yakni Maridan, Sepaku, Samboja, Loa Janan, dan Muara Jawa, termasuk pos damkar di kawasan KIPP IKN.
Otorita IKN juga telah memetakan potensi sumber air di kawasan delineasi guna memastikan ketersediaan pasokan air saat proses pemadaman berlangsung.
Pada tahap pascakebakaran, dilakukan inventarisasi luas area terdampak karhutla, pengawasan wilayah pascakejadian, serta langkah penanganan lanjutan untuk mencegah kebakaran berulang.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, mengatakan strategi mitigasi tersebut disiapkan agar pembangunan dan aktivitas masyarakat di IKN tetap berjalan optimal.

“Fenomena El Niño merupakan siklus alam yang perlu diantisipasi bersama. Karena itu, Otorita IKN telah menggagas sejumlah strategi mitigasi dan kesiapsiagaan, khususnya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, agar aktivitas masyarakat serta pembangunan di IKN tetap berjalan optimal dan tidak terganggu,” ujar Troy.
Selain memperkuat sistem dan infrastruktur, Otorita IKN juga akan berkolaborasi dengan sejumlah desa dan lintas pemangku kepentingan di wilayah delineasi IKN melalui program masyarakat peduli api, masyarakat mitra polhut, dan desa tangguh bencana.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat dalam mitigasi dan penanganan karhutla secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan. (*/Humas Otorita IKN)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar