“Belum lengkap rasanya kalau Paradise Indonesia belum hadir di Kalimantan. Sebenarnya lahan ini sudah kami kerja samakan sejak 10 tahun lalu, namun baru sekarang kami melihat momentum yang tepat,” ungkap Anthony.
Ia menjelaskan, Balikpapan dipilih bukan semata-mata karena keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN), melainkan karena kota ini dinilai telah siap menerima konsep pengembangan urban modern yang berbeda dari proyek properti konvensional.
Menurut Anthony, Paradise Indonesia selama ini dikenal sebagai pengembang proyek-proyek high-density development seperti apartemen bertingkat, hotel high-rise, dan pusat perbelanjaan besar.
Namun di Balikpapan, perusahaan menghadirkan pendekatan baru melalui konsep low-density development.
“Ini pertama kalinya kami menjual ruko. Kami ingin menghadirkan kawasan komersial yang lebih eksklusif, nyaman, modern, dan terintegrasi,” jelasnya.
Anthony menilai Balikpapan memiliki posisi strategis sebagai gerbang utama Kalimantan dan kota penyangga utama IKN. Bahkan, ia menyebut Balikpapan sebagai titik awal pertumbuhan kawasan bagi Paradise Indonesia.

“Kalau titik nol nasional ada di IKN, bagi kami titik nol pertumbuhan justru ada di Balikpapan,” katanya.
Konsep 88 Plaza Balikpapan sendiri akan menghadirkan kawasan bisnis dan gaya hidup dengan tenant yang dikurasi khusus, mulai dari sektor kuliner, kafe, lifestyle office, hingga usaha kreatif lainnya.
“Kami ingin menghadirkan kawasan yang bukan sekadar deretan ruko biasa, tetapi sebuah destinasi gaya hidup modern yang dikelola dengan standar pusat komersial premium,” ujar Anthony.(*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar