BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Panglima Kodam (Pangdam) VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono S.H., M.Si. melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Kompi Kavaleri (Kikav) 13/Macan Tutul Cakti.
Pangdam VI/Mulawarman disambut hangat oleh seluruh prajurit dalam suasana penuh kekeluargaan dan kedisiplinan tinggi, pada Rabu (6/5/2026).
Dalam arahannya, Pangdam menekankan bahwa Kikav 13/MTC merupakan instrumen vital sebagai Satuan Bantuan Tempur (Banpur) yang menentukan keberhasilan tugas pokok Kodam, baik dalam operasi pertahanan darat maupun misi kemanusiaan (Civic Mission).
Pangdam memberikan wejangan mendalam mengenai filosofi kepemimpinan. Menurutnya, seorang pemimpin harus memahami lima tingkat kebutuhan manusia yaitu kebutuhan biologis, rasa aman, untuk diterima dan dihormati, untuk memiliki citra yang baik serta menunjukkan prestasi yang baik.
"Seorang pemimpin wajib memiliki karakter yang kuat, peka terhadap masalah serta mampu melakukan improvisasi di lapangan," tegas Pangdam di hadapan para prajurit "Macan Tutul".
Beliau juga memberikan peringatan keras terkait kedisiplinan:
Pertama, Nol Pelanggaran: Tidak ada toleransi bagi pelanggaran seperti desersi, THTI, dan penyalahgunaan Narkoba. "Sanksinya tegas, Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) atau pecat," ujarnya lugas.
Kedua, Pengawasan Melekat: Para Perwira diminta untuk lebih dekat dengan anggota guna memitigasi potensi pelanggaran, baik di dalam maupun di luar jam dinas.
Di era keterbukaan informasi, Pangdam mengingatkan seluruh anggota untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Beliau menyoroti ancaman paham radikal dan terorisme yang mudah menyebar di dunia maya.
Selain itu, Pangdam menegaskan bahwa profesionalisme prajurit hanya bisa diraih melalui pembinaan satuan yang konsisten. "Latihan adalah kesejahteraan bagi Prajurit. Jadikan budaya belajar dan berlatih sebagai landasan utama mendukung tugas pokok satuan," pesan Pangdam.
Menutup arahannya, Pangdam berpesan agar prajurit tidak melupakan peran keluarga. "Keharmonisan rumah tangga, kejujuran terhadap istri serta prioritas pada pendidikan anak adalah kunci ketenangan dalam bertugas", ucapnya.
Beliau juga mengimbau agar prajurit menjauhi pola hidup konsumtif dan tetap teguh pada landasan spiritual sesuai agama masing-masing.
Kunjungan ini diakhiri dengan pekik semboyan khas Kodam VI/Mulawarman yang membangkitkan militansi: "Gawi Manuntung Waja Sampai Kaputing" bekerja keras sampai tuntas dengan semangat baja hingga titik akhir.
Kodam VI/Mulawarman: Setia, Berani, Berhasil!
(*/Pendam VI/Mlw)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar