BorneoFlash.com, SAMARINDA — Perbincangan publik mengenai biaya laundry untuk kebutuhan rumah jabatan (Rujab) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat tanggapan dari pihak penyedia jasa.
Pemilik Alwan Laundry, Enny, menjelaskan bahwa tarif layanan yang digunakan selama ini disesuaikan dengan sistem pengerjaan ekspres dan operasional di luar jam normal.
Enny mengatakan kerja sama dengan lingkungan rujab gubernur bukan baru berlangsung belakangan ini.
Menurutnya, hubungan tersebut telah berjalan sejak masa Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim dan dikoordinasikan melalui Biro Umum Pemprov Kaltim.
“Kerja sama tersebut sudah berlangsung cukup lama dan selama ini koordinasi dilakukan melalui Biro Umum Pemerintah Provinsi,” ujarnya.
Ia menerangkan bahwa usaha laundry miliknya tidak secara khusus menangani pakaian dinas pejabat.
Sebagian besar pekerjaan yang diterima justru berupa perlengkapan kegiatan seperti taplak meja dan sarung kursi yang digunakan dalam berbagai agenda resmi di rumah jabatan.
“Di tempat kami lebih banyak menangani perlengkapan kegiatan seperti taplak dan sarung kursi. Apabila ada jenis cucian lain, biasanya karena penyedia jasa lain tidak dapat mengerjakannya,” katanya.
Menurut Enny, salah satu alasan Alwan Laundry kerap diminta membantu kebutuhan rumah jabatan karena menyediakan layanan selama 24 jam.
Kondisi itu diperlukan terutama ketika terdapat kegiatan mendadak atau acara resmi yang mengharuskan perlengkapan segera dicuci dalam waktu singkat.
Ia menjelaskan sistem pengerjaan cepat kerap dilakukan hingga larut malam bahkan dini hari, menyesuaikan kebutuhan operasional setelah acara selesai digelar.
“Pengerjaan ekspres memiliki beberapa kategori waktu, mulai tiga jam hingga enam jam. Namun apabila pekerjaan dilakukan hingga malam atau dini hari, tentu penanganannya berbeda,” jelasnya.
Enny menuturkan, situasi tersebut biasanya terjadi ketika perlengkapan acara harus segera digunakan kembali keesokan harinya sehingga proses pencucian dilakukan tanpa menunggu hari berikutnya.
“Setelah acara selesai, perlengkapan langsung diambil untuk segera dicuci karena besoknya kembali dipakai,” tuturnya.
Selain proses pencucian, ia mengaku beberapa kali harus melakukan pengantaran cucian pada malam hingga dini hari guna memenuhi kebutuhan mendesak dari rumah jabatan gubernur.
“Pengantaran pernah dilakukan hingga larut malam bahkan dini hari karena kebutuhan yang sifatnya mendesak,” katanya.
Ia juga menyebut pernah menerima permintaan pencucian pakaian pribadi untuk kebutuhan tertentu, termasuk perjalanan mendadak. Meski demikian, Enny menegaskan pakaian dinas pejabat pada umumnya ditangani oleh penyedia jasa lain.
“Untuk pakaian dinas biasanya memang ada penyedia tersendiri,” tambahnya.
Terkait besaran biaya laundry yang menjadi perhatian masyarakat, Enny memastikan tarif yang tercantum dalam kwitansi telah disesuaikan dengan jenis layanan yang diberikan, termasuk pengerjaan cepat dan pengantaran di luar jam operasional.
“Besaran biaya menyesuaikan tingkat layanan yang diminta, terutama untuk pengerjaan ekspres dan pengantaran malam hari,” tegasnya.
Ia menambahkan jumlah pekerjaan yang diterima tidak selalu sama dan bergantung pada aktivitas di rumah jabatan gubernur. Saat agenda resmi atau kunjungan tamu meningkat, volume cucian juga bertambah.
“Jumlah pekerjaan bergantung pada kegiatan yang berlangsung di rumah jabatan. Ketika ada agenda besar, tentu kebutuhan juga meningkat,” lanjutnya.
Menurut Enny, pihaknya hanya menjalankan pekerjaan sesuai permintaan yang disampaikan melalui mekanisme resmi. Seluruh layanan, kata dia, dilakukan berdasarkan kebutuhan operasional yang bersifat situasional.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah sorotan masyarakat terhadap penggunaan anggaran operasional rumah jabatan, termasuk biaya laundry yang dinilai cukup besar.
Sejumlah pihak sebelumnya mempertanyakan nominal pengeluaran, terutama untuk layanan cepat dan pengerjaan di luar jam kerja.
Meski demikian, Enny menegaskan seluruh tarif telah disesuaikan dengan tingkat kesulitan pekerjaan, waktu pengerjaan, serta kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi dalam waktu singkat.
“Apabila terdapat kegiatan besar atau kebutuhan mendadak, tentu pola pengerjaannya berbeda dan tarif menyesuaikan permintaan layanan,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar