Berita Pemkab Paser

Bupati Paser Serius Benahi Tata Ruang, Temukan 116 Pelanggaran Pemanfaatan Lahan di Tana Paser

lihat foto
Bupati Paser, Fahmi Fadli menghadiri agenda revisi RTRW dan penyusunan RDTR yang berlangsung di di Ruang Rapat Prambanan Lantai 1, Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Pemanfaatan Ruang, Jakarta Selatan, pada Rabu (6/5/2026). Foto: BorneoFlash/
Bupati Paser, Fahmi Fadli menghadiri agenda revisi RTRW dan penyusunan RDTR yang berlangsung di di Ruang Rapat Prambanan Lantai 1, Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Pemanfaatan Ruang, Jakarta Selatan, pada Rabu (6/5/2026). Foto: BorneoFlash/IST

“Selama ini memang belum menjadi atensi penuh. Kami juga baru mendapatkan gambaran bahwa Kabupaten Paser masih berada di zona yang memerlukan perhatian serius. Ini menjadi tanggung jawab kami untuk segera melakukan penataan dan penyesuaian,” tegasnya.

Menurut Fahmi, penanganan terhadap ratusan objek IPPR tersebut membutuhkan langkah konkret, termasuk dukungan anggaran yang memadai serta kolaborasi lintas sektor.

“Jumlah ini cukup besar dan akan melibatkan banyak pihak. Kami akan menyiapkan kebutuhan anggaran dan berharap adanya pendampingan dari Kementerian ATR/BPN agar proses penyelesaian dapat berjalan optimal,” imbuhnya.

lihat foto
Penandatanganan berita acara verifikasi penanganan IPPR yang berlangsung di Ruang Rapat Prambanan Lantai 1, Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Pemanfaatan Ruang, Jakarta Selatan, pada Rabu (6/5/2026). Foto: BorneoFlash/IST
Penandatanganan berita acara verifikasi penanganan IPPR yang berlangsung di Ruang Rapat Prambanan Lantai 1, Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Pemanfaatan Ruang, Jakarta Selatan, pada Rabu (6/5/2026). Foto: BorneoFlash/IST

Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mengawal proses penanganan hingga tuntas. Penegakan tertib tata ruang dinilai menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, Fahmi menyebut penataan ruang yang baik akan menciptakan iklim investasi yang sehat dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

“Hal ini sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni mewujudkan Paser yang Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil, dan Sejahtera (TUNTAS),” pungkasnya. (*/Adv)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar