Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-38. Berawal dari kesalahan bek Persita Muhammad Toha, Mariano Peralta mampu merebut bola dan melepaskan penyelesaian ke jala lawan.
Persita sempat berusaha membalas sebelum turun minum. Lewat skema serangan balik cepat, Zulfan Djiaulhaq melepaskan sundulan tajam, namun bisa diantisipasi penjaga gawang Nadeo Argawinata.
Memasuki paruh kedua, intensitas pertandingan tetap tinggi. Fabio Lefundes tampak menginstruksikan pemainnya untuk mengejar gol kedua guna mengunci kemenangan lebih awal.
Di sisi lain, Persita mulai berani keluar menyerang dan beberapa kali sempat merepotkan barisan pertahanan tuan rumah yang digalang Christophe Nduwarugira.
Petaka bagi tim tamu terjadi pada menit ke-58 setelah Ricardo Rodríguez harus meninggalkan lapangan lebih cepat akibat diganjar kartu merah oleh wasit. Unggul jumlah pemain membuat Borneo FC tampil lebih leluasa dalam menekan pertahanan Laskar Cisadane.
Meski dominan, Borneo baru bisa menambah keunggulan menjelang akhir laga. Muhammad Sihran yang masuk sebagai tenaga baru di babak kedua, sukses menggandakan skor pada menit ke-88. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2-0 untuk keunggulan Borneo FC tetap bertahan.
Hasil minor ini membuat Persita Tangerang masih tertahan di posisi ke-9 klasemen sementara. Sementara bagi Borneo FC, kemenangan ini menjadi suntikan mental yang sangat krusial sebelum menghadapi partai-partai penentuan di penghujung musim yang akan menentukan nasib mereka sebagai calon juara. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar