Selain itu, pemasangan konduktor busbar yang tengah berlangsung juga menjadi bagian vital dalam sistem distribusi energi listrik.
Komponen tersebut berfungsi sebagai penghubung utama aliran listrik antarperalatan di gardu induk, sehingga proses pemasangannya harus dilakukan secara cermat dan terukur.
Manager UPP KLT 1, I Made Gita Prawira, menegaskan seluruh tahapan konstruksi dilakukan dengan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang ketat.
“Setiap tahapan pekerjaan memiliki prosedur yang harus dipatuhi. Mulai dari pemasangan struktur hingga pengujian awal, semua dilakukan secara sistematis untuk memastikan hasil yang andal sebelum proses energize dilakukan,” jelasnya.
Proyek yang dikerjakan konsorsium KSO Usaha Bakti Perkasa dan PT Mahameru Energi Semesta itu menunjukkan progres positif sejak dimulai pada pertengahan April 2026.
Kehadiran Extension 2 Line Bay GI Grogot diharapkan mampu meningkatkan stabilitas sistem kelistrikan antarwilayah sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan industri dan permukiman yang terus berkembang di Kalimantan.
Melalui penguatan infrastruktur tersebut, PLN menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pasokan listrik yang andal, berkelanjutan, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi di Kalimantan. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar