BorneoFlash.com, KUKAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai merumuskan strategi untuk memastikan keterlibatan daerah dalam pengelolaan temuan gas besar di wilayahnya.
Temuan cadangan gas tersebut berasal dari sumur eksplorasi Geliga-1 di Blok Ganal yang dioperasikan perusahaan energi asal Italia, ENI.
Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), potensi yang ditemukan diperkirakan mencapai 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas serta sekitar 300 juta barel kondensat.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa potensi sumber daya alam tersebut harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat daerah.
“Harapan kita, apa yang dihasilkan di Kutai Kartanegara bisa memberi kontribusi sebesar-besarnya untuk masyarakat Kukar,” ucap Aulia, pada Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, Pemkab Kukar tidak ingin hanya menjadi penonton dalam pengelolaan sumber daya alam yang ada di wilayahnya. Karena itu, berbagai skema keterlibatan mulai dikaji secara serius.
Salah satu opsi yang didorong adalah melalui skema Participating Interest (PI) maupun kerja sama bisnis langsung (business to business/B2B) dengan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).
“Kita didampingi oleh SKK Migas untuk mencari formulasi terbaik, bagaimana pemerintah daerah bisa mendapatkan bagian, baik dalam bentuk PI maupun pengusahaan langsung gas tersebut,” jelasnya.
Pemkab Kukar juga menilai keterlibatan daerah dalam proyek ini penting untuk mendorong peningkatan pendapatan asli daerah sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.
“Harapan kami, pengelolaan potensi gas ini benar-benar memberi nilai tambah bagi daerah. Tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga membuka peluang kerja dan mendorong kesejahteraan masyarakat Kukar secara berkelanjutan,” tutupnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar