Selain itu, fasilitas seperti garbarata dan lift khusus juga dioptimalkan untuk memudahkan jemaah lansia maupun pengguna kursi roda.
Tahun ini, Bandara Sepinggan akan memberangkatkan 17 kloter hingga 20 Mei 2026, dengan tujuan 7 kloter ke Madinah dan 10 kloter ke Jeddah.
Jemaah berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, termasuk Samarinda, Balikpapan, Paser, Berau, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Penajam Paser Utara, Bontang, dan Kutai Barat.
Untuk menjaga ketepatan waktu penerbangan (on-time performance), manajemen bandara juga menyiapkan personel tambahan di area terminal dan sisi udara.
“Kami berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan kembali dalam keadaan sehat sebagai haji mabrur,” tambah Iwan.

Sementara itu, kepulangan kloter pertama dijadwalkan tiba kembali di Balikpapan pada 7 Juni 2026 pukul 23.10 WITA menggunakan penerbangan GIA 4401.
Kesiapan fasilitas dan layanan yang semakin inklusif, Embarkasi Balikpapan menegaskan perannya sebagai gerbang penting keberangkatan haji di Indonesia timur, sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan ibadah yang lebih manusiawi dan nyaman. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar