BorneoFlash.com, JAKARTA - Pemerintah menjamin pasokan pangan jamaah haji Indonesia tetap aman meski situasi geopolitik global berfluktuasi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan ketersediaan makanan di Tanah Suci tetap terjaga. “Kondisi pangan aman, jamaah tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Pemerintah menyiapkan makanan segar dari dapur dan makanan siap saji (RTE) untuk memenuhi kebutuhan jamaah. Pemerintah menjaga kualitas dan keamanan pangan selama ibadah di Arab Saudi.
Pemerintah memperkuat koordinasi lintas kementerian agar distribusi berjalan lancar. Pemerintah juga memanfaatkan teknologi pangan dan menandatangani MoU dengan Arab Saudi untuk mempermudah pengiriman makanan khusus jamaah Indonesia.
Menteri Haji dan Umrah, Moch Irfan Yusuf, memastikan penyedia katering tidak menaikkan harga meski terjadi fluktuasi global.
Pemerintah menyiapkan sekitar 3 juta paket makanan siap saji untuk 200 ribu jamaah selama enam hari puncak haji di fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina). Pemerintah menggunakan makanan siap saji saat mobilitas meningkat, sementara tim tetap memasak makanan segar untuk menjaga kualitas gizi.
Rapat koordinasi turut melibatkan Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar