Berita Nasional

Jelang Puncak Haji, Pemerintah Amankan Pasokan dan Distribusi Pangan Jamaah

lihat foto
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (empat kanan) Menteri Haji dan Umrah Moch Irfan Yusuf (ketiga kanan), Menteri Perdagangan Budi Santoso (keempat kiri), Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Haikal Hassan (kanan), Kepala Badan Ris
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (empat kanan) Menteri Haji dan Umrah Moch Irfan Yusuf (ketiga kanan), Menteri Perdagangan Budi Santoso (keempat kiri), Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Haikal Hassan (kanan), Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria (kedua kanan), Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat Manaor Panggabean (ketiga kiri), dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kiri) dalam rapat koordinasi Persiapan Pemenuhan Pangan untuk Haji 2026 di Kementerian Koordinator Bidang Pangan Jakarta, Selasa (21/4/2026).FOTO : ANTARA/Harianto

BorneoFlash.com, JAKARTA - Pemerintah menjamin pasokan pangan jamaah haji Indonesia tetap aman meski situasi geopolitik global berfluktuasi.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan ketersediaan makanan di Tanah Suci tetap terjaga. “Kondisi pangan aman, jamaah tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Pemerintah menyiapkan makanan segar dari dapur dan makanan siap saji (RTE) untuk memenuhi kebutuhan jamaah. Pemerintah menjaga kualitas dan keamanan pangan selama ibadah di Arab Saudi.

Pemerintah memperkuat koordinasi lintas kementerian agar distribusi berjalan lancar. Pemerintah juga memanfaatkan teknologi pangan dan menandatangani MoU dengan Arab Saudi untuk mempermudah pengiriman makanan khusus jamaah Indonesia.

Menteri Haji dan Umrah, Moch Irfan Yusuf, memastikan penyedia katering tidak menaikkan harga meski terjadi fluktuasi global.

Pemerintah menyiapkan sekitar 3 juta paket makanan siap saji untuk 200 ribu jamaah selama enam hari puncak haji di fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina). Pemerintah menggunakan makanan siap saji saat mobilitas meningkat, sementara tim tetap memasak makanan segar untuk menjaga kualitas gizi.

Rapat koordinasi turut melibatkan Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. (*

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar