Lapas Kelas IIA Balikpapan

Kepemimpinan Lapas Kelas IIA Balikpapan Berganti dari Edy Susetyo kepada Andri Lesmano

lihat foto
Momentum pergantian kepemimpinan dari Edy Susetyo kepada Andri Lesmano sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Momentum pergantian kepemimpinan dari Edy Susetyo kepada Andri Lesmano sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Sementara itu, Andri membawa penekanan baru: keseimbangan antara keamanan dan pendekatan humanis.

“Pemasyarakatan bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga pembinaan. Kita ingin memastikan setiap warga binaan punya kesempatan untuk berubah,” ujar Andri.

Pendekatan humanis yang dimaksud bukan berarti mengendurkan pengawasan. Justru sebaliknya, lingkungan yang bersih dari praktik ilegal diyakini menjadi prasyarat utama agar proses pembinaan berjalan efektif.

Tanpa gangguan narkoba, pungli, dan komunikasi ilegal, warga binaan memiliki ruang lebih besar untuk mengikuti program pembinaan secara optimal.

Meski ikrar telah diucapkan, tantangan sesungguhnya terletak pada implementasi. Reformasi pemasyarakatan tidak cukup berhenti pada deklarasi, tetapi membutuhkan konsistensi dalam tindakan.

Seluruh jajaran, mulai dari pimpinan hingga petugas lapangan, dituntut menjaga komitmen tersebut dalam keseharian.

Langkah yang diambil Lapas Balikpapan ini menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk mengembalikan esensi pemasyarakatan: membina, bukan sekadar menghukum.

Adanya kombinasi integritas yang kuat dan pendekatan pembinaan yang manusiawi, lembaga pemasyarakatan diharapkan mampu menjadi ruang transformasi, bukan sekadar tempat menjalani hukuman. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar