Berita Nasional Terkini

Menag: Radikalisme Keagamaan Ancam Anak dan Perempuan

lihat foto
Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam agenda Peluncuran Program Kerja Sama Pemerintah Indonesia dan UNICEF Periode 2026-2030 di Gedung Bappenas di Jakarta, Senin (20/4/2026). FOTO: ANTARA/Muhammad Baqir Idrus Alatas
Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam agenda Peluncuran Program Kerja Sama Pemerintah Indonesia dan UNICEF Periode 2026-2030 di Gedung Bappenas di Jakarta, Senin (20/4/2026). FOTO: ANTARA/Muhammad Baqir Idrus Alatas

BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan radikalisme pemahaman keagamaan sering menjadikan anak-anak dan perempuan sebagai korban utama.

“Radikalisme kerap menempatkan anak dan perempuan sebagai korban pertama,” ujarnya saat peluncuran kerja sama Pemerintah Indonesia dan UNICEF 2026–2030 di Jakarta.

Ia menyebut sejumlah pihak masih mengeksploitasi anak untuk aksi teror dan membatasi akses pendidikan dengan alasan tertentu. Menurutnya, tindakan tersebut merampas masa depan anak.

Nasaruddin meminta semua pihak memperkuat perlindungan anak. Ia juga mengingatkan bahwa tidak hanya radikalisme, liberalisme yang tidak tepat juga berpotensi berdampak negatif.

Pemerintah dan UNICEF melalui CPAP 2026–2030 akan fokus pada gizi, kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, serta sanitasi untuk mendukung target pembangunan nasional.

“Pendekatan bahasa agama penting agar program perlindungan anak berjalan efektif,” tegasnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar