Pemerintah Kota Balikpapan

Pemkot Balikpapan Siapkan Strategi, Amankan Air Baku dan Tekan Risiko Banjir

zoom-inlihat foto
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas'ud bersama Kepala BWS Kalimantan IV, Andri Rachmanto, di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, pada Selasa (14/4/2026). Foto: BorneoFlash/IST
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas'ud bersama Kepala BWS Kalimantan IV, Andri Rachmanto, di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, pada Selasa (14/4/2026). Foto: BorneoFlash/IST

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai menyiapkan strategi terpadu menghadapi potensi dampak El Nino yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun 2026. 

Tidak hanya fokus pada ancaman kekeringan, pemerintah juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di kota.

Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas'ud menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) guna membahas langkah antisipatif, khususnya terkait penyediaan air baku dan infrastruktur pendukung.

“Pertemuan ini kami bersama BWS membahas persiapan menghadapi El Nino, mulai dari melihat dampaknya hingga mencari solusi terkait penyediaan air baku dan sarana pendukung, salah satu proyek strategis yang tengah disiapkan adalah pembangunan Bendungan Pengendali Ampal Hulu," jelasnya di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, pada Selasa (14/4/2026).

Bendungan Pengendali Ampal Hulu, pĺyang berada di kawasan belakang Pasar Segar. Proyek ini ditargetkan mulai dikerjakan tahun ini dan diharapkan memberikan manfaat ganda.

“Bendali Ampal Hulu ini tidak hanya untuk mendukung ketersediaan air, tetapi juga berkontribusi dalam pengendalian banjir di Balikpapan,” jelas Rahmad.


Sementara itu, Kepala BWS Kalimantan IV, Andri Rachmanto Wibowo, mengapresiasi dukungan penuh Pemkot Balikpapan, terutama dalam proses pembebasan lahan dan sosialisasi kepada masyarakat yang dinilai mempercepat realisasi proyek.

“Proses pembebasan lahan hingga inisiasi pekerjaan sudah dilakukan, sehingga kami bisa melanjutkan pembangunan. Kami berterima kasih atas dukungan Pak Wali Kota beserta jajaran," katanya.

Menurut Andri, pembangunan bendali tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Pekerjaan Umum yang bertujuan memperkuat ketahanan air sekaligus mengurangi risiko banjir di wilayah perkotaan.

“Jika selesai, bendali ini diperkirakan mampu mengurangi risiko banjir hingga sekitar 40 hektare,” ungkapnya.

Ia juga berharap kolaborasi antara BWS, Pemkot Balikpapan, dinas terkait, serta PTMB terus diperkuat, terutama dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Dengan sinergi yang terbangun, pemerintah optimistis Balikpapan dapat menghadapi dampak El Nino dengan lebih siap, sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur air dan pengendalian banjir secara berkelanjutan.

“Semoga dengan kerja sama ini, dampak El Nino bisa kita hadapi bersama,” tutupnya. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar