“Telkomsel sebagai infrastruktur dan platform menjadi langkah awal untuk memastikan kedaulatan digital. Dengan penguasaan AI, kita bisa membangun ekosistem yang benar-benar dibutuhkan,” katanya.
Dalam kompetisi final, Tax Point asal Tabanan, Bali, berhasil meraih predikat “Best of The Best” NextDev ke-11. Startup ini menawarkan layanan konsultasi pajak berbasis teknologi dengan akses ke ahli bersertifikasi secara lebih terjangkau.
Founder Tax Point, Pande Putu Khrisna Ariyudha, menyebut program NextDev memberikan dampak signifikan bagi pengembangan bisnisnya.
“Pendampingan mentor dan akses jejaring membantu kami memperjelas masalah yang kami sasar, model bisnis, hingga strategi implementasi AI,” ungkapnya.
Posisi runner-up diraih oleh Epployee dari Bandung dengan solusi HRIS berbasis cloud dan AI. Sementara itu, Sumrize dari Subang dinobatkan sebagai Most Attractive Digital Business berkat platform AI yang mampu merangkum percakapan grup WhatsApp secara otomatis.
Sejak pertama kali digelar, NextDev telah menginkubasi 162 technopreneur dari total 6.798 pendaftar. Program ini juga melibatkan ratusan juri dan mentor, serta menghasilkan ratusan sesi pelatihan dan mentoring.
Ke depan, Telkomsel berencana terus membuka peluang kolaborasi melalui networking, matchmaking, hingga integrasi solusi startup ke dalam ekosistem digital perusahaan.
NextDev Summit 2026 menjadi momentum penting di tengah tantangan pendanaan startup di Asia Tenggara, sekaligus memperkuat posisi AI sebagai motor utama inovasi digital di Indonesia. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar