Berita Telkomsel

NextDev Summit 2026: Telkomsel Dorong Startup AI, Tax Point Raih “Best of The Best”

Telkomsel memperkuat ekosistem digital nasional melalui penyelenggaraan NextDev Summit 2026 yang menjadi puncak dari program inkubator NextDev ke-11. Menampilkan final pitching 10 technopreneur terbaik dengan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI). Foto:
Telkomsel memperkuat ekosistem digital nasional melalui penyelenggaraan NextDev Summit 2026 yang menjadi puncak dari program inkubator NextDev ke-11. Menampilkan final pitching 10 technopreneur terbaik dengan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI). Foto: HO/Telkomsel

BorneoFlash.com, JAKARTA Telkomsel kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem digital nasional melalui penyelenggaraan NextDev Summit 2026. Ajang ini menjadi puncak dari program inkubator NextDev ke-11 yang menampilkan final pitching 10 technopreneur terbaik dengan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Mengusung tema “Unleashing AI Impact”, NextDev Summit tahun ini tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga konferensi, sesi showcase, serta ruang kolaborasi yang mempertemukan startup dengan mentor, investor, alumni, dan mitra ekosistem digital.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam mengembangkan talenta digital di Indonesia.

“Indonesia memiliki talenta yang sangat potensial. Dengan dukungan pemerintah, potensi digital tanah air bisa terus meningkat. Kami ingin memberdayakan masyarakat untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik hari ini dan ke depannya,” ujarnya, pada Jumat (10/4/2026).

Dalam forum tersebut, AI disebut sebagai elemen penting dalam mempercepat pertumbuhan startup, mulai dari efisiensi operasional hingga validasi produk.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, menekankan bahwa AI sebaiknya dimanfaatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti kreativitas manusia.

“Teknologi AI adalah keniscayaan, namun jangan dijadikan sumber kreatif utama. AI hanyalah mesin yang mempercepat proses kerja, sementara kreativitas tetap berasal dari manusia,” ujarnya.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM dan Ekonomi Digital, Ahmad Ridha Sabana, menilai NextDev sebagai bagian penting dalam membangun kedaulatan digital nasional.


Telkomsel sebagai infrastruktur dan platform menjadi langkah awal untuk memastikan kedaulatan digital. Dengan penguasaan AI, kita bisa membangun ekosistem yang benar-benar dibutuhkan,” katanya.

Dalam kompetisi final, Tax Point asal Tabanan, Bali, berhasil meraih predikat “Best of The Best” NextDev ke-11. Startup ini menawarkan layanan konsultasi pajak berbasis teknologi dengan akses ke ahli bersertifikasi secara lebih terjangkau.

Founder Tax Point, Pande Putu Khrisna Ariyudha, menyebut program NextDev memberikan dampak signifikan bagi pengembangan bisnisnya.

“Pendampingan mentor dan akses jejaring membantu kami memperjelas masalah yang kami sasar, model bisnis, hingga strategi implementasi AI,” ungkapnya.

Posisi runner-up diraih oleh Epployee dari Bandung dengan solusi HRIS berbasis cloud dan AI. Sementara itu, Sumrize dari Subang dinobatkan sebagai Most Attractive Digital Business berkat platform AI yang mampu merangkum percakapan grup WhatsApp secara otomatis.

Sejak pertama kali digelar, NextDev telah menginkubasi 162 technopreneur dari total 6.798 pendaftar. Program ini juga melibatkan ratusan juri dan mentor, serta menghasilkan ratusan sesi pelatihan dan mentoring.

Ke depan, Telkomsel berencana terus membuka peluang kolaborasi melalui networking, matchmaking, hingga integrasi solusi startup ke dalam ekosistem digital perusahaan.

NextDev Summit 2026 menjadi momentum penting di tengah tantangan pendanaan startup di Asia Tenggara, sekaligus memperkuat posisi AI sebagai motor utama inovasi digital di Indonesia. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar