Melalui pemilihan Duta Lingkungan Hidup, para finalis diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga agen perubahan yang aktif mengedukasi masyarakat.
Pemanfaatan platform digital pun didorong, agar kampanye lingkungan menjangkau lebih luas dan efektif.
"Kegiatan ini mempunyai peran sangat strategis untuk menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda. Kesadaran ini jika dibangun sejak dini, kita optimistis dapat mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” katanya.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum membangun kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan anak muda dalam menjaga keberlanjutan kota.
Bagi Pemerintah Kota Balikpapan, isu lingkungan tidak lagi sekadar soal mempertahankan predikat kota bersih, tetapi menyangkut kualitas hidup warga di masa depan.
Dengan melibatkan generasi muda sebagai garda depan, Kota Balikpapan diharapkan mampu menghadapi krisis sampah sekaligus menjaga identitasnya sebagai kota yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar