BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Di tengah lonjakan produksi sampah yang mencapai 550 ton per hari, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai mengubah pendekatan penanganan lingkungan, dari sekadar program pemerintah menjadi gerakan kolektif berbasis generasi muda.
Dalam Malam Grand Final Duta Lingkungan Hidup 2026 yang digelar di Kota Balikpapan, pada Minggu (5/4/2026) malam.
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, menegaskan bahwa ajang tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan strategi jangka panjang untuk membangun kesadaran lingkungan dari level paling dasar, yakni generasi muda Kota Balikpapan.
“Capaian kita selama ini dalam menjaga kebersihan justru menjadi tantangan, agar tidak lengah ke depan,” ujarnya.

Malam Grand Final Duta Lingkungan Hidup 2026 yang digelar di Balikpapan, pada Minggu (5/4/2026) malam. Foto: BorneoFlash/Ardian
Menurutnya, persoalan lingkungan di Kota Balikpapan semakin kompleks. Selain keterbatasan kapasitas pengolahan sampah, faktor perubahan cuaca dan perilaku masyarakat juga turut memperparah kondisi.
Dalam situasi tersebut, pemerintah Kota Balikpapan menyadari tidak bisa bekerja sendiri. Rumah tangga sebagai penghasil sampah terbesar menjadi titik krusial perubahan, sementara generasi muda diposisikan sebagai penggerak utama kesadaran.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar