BorneoFlash.com, SAMARINDA - Selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang digelar untuk mengamankan arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda mencatat sejumlah insiden kecelakaan di wilayah hukumnya.
Hingga saat ini, terdapat empat kejadian kecelakaan lalu lintas yang berhasil didata.
Data tersebut disampaikan sebagai laporan sementara, mengingat operasi kepolisian masih berlangsung.
Rekapitulasi final baru akan dilakukan setelah seluruh rangkaian kegiatan pengamanan selesai dilaksanakan.
Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas (Lantas) Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo, menyampaikan bahwa angka tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah seiring berjalannya waktu.
“Selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, tercatat empat kejadian kecelakaan lalu lintas. Data ini masih sementara dan akan dilakukan evaluasi menyeluruh setelah operasi berakhir,” ungkapnya, pada Jumat (27/3/2026).
Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, jumlah kecelakaan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Tahun lalu, pada momen serupa, tercatat sekitar lima kejadian kecelakaan.
“Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlahnya relatif tidak berbeda jauh. Tahun lalu tercatat sekitar lima kejadian, sementara tahun ini hingga saat ini sebanyak empat kejadian,” jelasnya.
Meskipun tidak terjadi peningkatan berarti, kepolisian tetap menekankan pentingnya kehati-hatian bagi para pengguna jalan, terutama pada masa arus mudik dan arus balik yang identik dengan lonjakan aktivitas lalu lintas.
La Ode juga mengingatkan para pengendara untuk tidak memaksakan diri tetap berkendara saat kondisi tubuh sudah lelah, karena kelelahan menjadi salah satu faktor dominan penyebab kecelakaan.
“Kami mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada, mematuhi peraturan lalu lintas, serta beristirahat apabila mengalami kelelahan saat berkendara demi menjaga keselamatan bersama,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar