Jelang Puncak Mudik, Kesehatan Sopir Bus Jadi Fokus Utama Dinkes Balikpapan

oleh -
Editor: Ardiansyah
Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan saat melakukan pemeriksaan kesehatan bagi sopir bus antar kota, di Terminal Batu Ampar, Pada Selasa (17/3/2026). Foto: BorneoFlash/Ardian
Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan saat melakukan pemeriksaan kesehatan bagi sopir bus antar kota, di Terminal Batu Ampar, Pada Selasa (17/3/2026). Foto: BorneoFlash/Ardian
banner 300×250

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Menjelang puncak arus mudik Lebaran, perhatian terhadap keselamatan perjalanan tidak hanya difokuskan pada kondisi kendaraan, tetapi juga pada kesiapan pengemudi. 

 

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mulai memperketat pemeriksaan kesehatan bagi sopir bus antar kota guna meminimalkan risiko kecelakaan.

 

Langkah ini menjadi bagian dari sistem keselamatan transportasi yang terintegrasi, melengkapi uji kelaikan kendaraan atau ramp check yang selama ini rutin dilakukan.

 

Sub Koordinator Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Balikpapan, Agus Iriansyah, menegaskan bahwa kondisi fisik dan mental pengemudi memegang peran krusial dalam keselamatan perjalanan.

 

“Kondisi kesehatan mereka sangat menentukan keselamatan di jalan. Pengemudi bus memiliki tanggung jawab besar karena membawa banyak penumpang dalam perjalanan jarak jauh,” ujarnya di Terminal Batu Ampar, Pada Selasa (17/3/2026).

 

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas melakukan pengecekan tekanan darah dan kadar gula darah sebagai indikator awal. Hasil pemeriksaan menjadi dasar untuk menentukan apakah pengemudi layak bertugas atau tidak.

 

Dinkes menetapkan batas aman tekanan darah di bawah 140 mmHg. Sementara pengemudi dengan tekanan darah antara 140 hingga 170 mmHg masih diperbolehkan bertugas dengan catatan harus menjaga kondisi dan cukup beristirahat.

 

Namun, jika tekanan darah melebihi 170 mmHg, pengemudi disarankan tidak melanjutkan perjalanan demi keselamatan bersama.

 

Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga melakukan tes narkoba untuk memastikan tidak ada pengemudi yang menggunakan zat terlarang, terutama di tengah tingginya tuntutan perjalanan saat musim mudik.

 

“Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada pengemudi yang menggunakan zat berbahaya untuk menjaga stamina. Itu justru sangat berisiko,” tegas Agus.

Sub Koordinator Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Balikpapan, Agus Iriansyah. Foto: BorneoFlash/Ardian
Sub Koordinator Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Balikpapan, Agus Iriansyah. Foto: BorneoFlash/Ardian

Dinkes Balikpapan kedepannya juga berencana menambah alat pendeteksi alkohol atau breathalyzer guna meningkatkan pengawasan. Saat ini, deteksi masih dilakukan secara manual.

Baca Juga :  Kaltim Terancam Kehilangan Rp50 Triliun dari DBH Minerba

 

Agus menambahkan, standar ideal keselamatan transportasi mencakup tiga aspek utama, yakni kendaraan yang laik jalan, pengemudi yang sehat, serta adanya tanda bahwa pemeriksaan telah dilakukan.

 

Selain itu, masyarakat juga diminta ikut berperan aktif. Penumpang diimbau untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan pengemudi yang berkendara ugal-ugalan atau menunjukkan tanda kelelahan.

 

“Dengan kolaborasi semua pihak, kita berharap perjalanan mudik berlangsung aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.