Lebih lanjut. Di tengah kegembiraan hari raya, ia juga memberikan perhatian khusus pada tantangan modern, terutama polarisasi di media sosial. Ia berpesan agar masyarakat menjaga lisan dan jempol dari penyebaran hoaks yang dapat merusak kerukunan.
“Kemenangan ini hendaknya diwujudkan dalam tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam sikap, tutur kata dan perbuatan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.
Di tengah kegembiraan hari raya, Ardiansyah juga memberikan perhatian khusus pada tantangan modern, terutama polarisasi di media sosial. Ia berpesan agar masyarakat menjaga lisan dan jempol dari penyebaran hoaks yang dapat merusak kerukunan.
Selain aspek spiritual, orang nomor satu di Pemkab Kutim itu juga mengaitkan semangat Idulfitri dengan komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan rakyat, mulai dari penguatan UMKM hingga transformasi layanan publik yang bersih.
Ia berharap semangat kepedulian sosial melalui zakat dan sedekah terus berlanjut untuk memperkuat solidaritas masyarakat.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan, kekuatan dan keberkahan kepada kita semua dalam melanjutkan pengabdian serta pembangunan di Kabupaten Kutai Timur,” pungkasnya. (*/kutaitimurkab.go.id)






