KM Sinabung sebagai kapal tambahan mengangkut sekitar 1.900 penumpang, dengan rute favorit menuju Surabaya yang menjadi salah satu tujuan paling diminati pemudik tahun ini.
Sejak dimulainya angkutan mudik pada 12 Maret 2026, jumlah penumpang yang berangkat dari Balikpapan terus meningkat. Secara kumulatif, jumlahnya kini mendekati 10 ribu orang.
Tak hanya itu, frekuensi pelayaran juga mengalami peningkatan signifikan, khususnya rute Balikpapan–Surabaya. Jika tahun lalu hanya empat kali pelayaran, tahun ini bertambah menjadi tujuh kali perjalanan.
Untuk mengantisipasi lonjakan lanjutan, Pelni juga menjadwalkan tambahan armada KM Dorolonda pada Kamis (19/3/2026), dengan estimasi kapasitas sekitar 1.000 penumpang.
Meski terjadi lonjakan penumpang, operasional pelabuhan tetap berjalan lancar. Hal ini didukung koordinasi antarinstansi yang dinilai berjalan optimal, mulai dari Pelni, KSOP, hingga aparat keamanan.“Pelayanan kepada penumpang tetap terjaga berkat koordinasi yang baik,” kata Ridwan.
Puncak arus mudik di Pelabuhan Semayang ini menjadi gambaran tingginya mobilitas masyarakat, sekaligus menunjukkan kesiapan transportasi laut dalam mengakomodasi kebutuhan perjalanan jarak jauh selama musim Lebaran Idulfitri. (*)







