Berita Balikpapan Terkini

Pemudik Beralih ke Darat, Pelabuhan Kariangau Sepi Pemudik Lebaran 1447 H

lihat foto
Situasi pelabuhan penyeberangan kariangau. Foto: BorneoFlash/Ist
Situasi pelabuhan penyeberangan kariangau. Foto: BorneoFlash/Ist

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di Pelabuhan Penyeberangan Kariangau mengalami penurunan drastis.

Sejak H-6 hingga H-5 menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, jumlah pemudik yang menyeberang bahkan tak mencapai 300 orang per hari jauh di bawah angka tahun-tahun sebelumnya.

Fenomena ini menandai pergeseran besar dalam pola perjalanan masyarakat. Jika sebelumnya pelabuhan ini menjadi titik krusial penyeberangan menuju Kabupaten Penajam Paser Utara, kini arus tersebut beralih ke jalur darat.

Perubahan tersebut dipicu oleh mulai beroperasinya Jembatan Pulau Balang serta akses tol menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Infrastruktur baru ini dinilai lebih cepat, praktis, dan efisien bagi para pemudik.

Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Kariangau Kementerian Perhubungan, Karolus Makin, mengakui penurunan signifikan tersebut.

“Tahun ini jumlah pemudik jauh lebih sedikit. Bahkan hingga H-5 Idul Fitri masih di bawah 500 orang per hari, sangat berbeda dibandingkan tahun lalu,” ujarnya, pada Rabu (18/3/2026) melalui sambungan seluler.

Menurutnya, kemudahan akses jalur darat menjadi faktor dominan. Selain waktu tempuh yang lebih singkat, adanya kebijakan bebas biaya di sejumlah ruas juga mendorong masyarakat meninggalkan moda penyeberangan.


“Hampir tidak ada lagi pemudik ke arah Penajam melalui Kariangau, kecuali malam hari saat akses tol ditutup,” jelasnya.

Data Posko Angkutan Lebaran 2026 memperlihatkan penurunan signifikan pada jumlah kendaraan. Pada 14 Maret, kendaraan roda dua tercatat 535 unit atau turun 59 persen, sementara roda empat sebanyak 910 unit, merosot hingga 62 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tren serupa juga terlihat pada periode H-8 (14–15 Maret), di mana kendaraan roda dua hanya 407 unit (turun 70 persen) dan roda empat 850 unit (turun 75 persen).

Menariknya, jumlah penumpang sempat mengalami kenaikan tipis. Pada 14 Maret tercatat 2.912 orang atau naik 4 persen. Namun pada H-8, jumlah penumpang justru turun 39 persen menjadi 2.154 orang, menunjukkan pola pergerakan yang belum stabil.

Situasi pelabuhan penyeberangan kariangau. Foto: BorneoFlash/Ist
Situasi pelabuhan penyeberangan kariangau. Foto: BorneoFlash/Ist

Meski arus mudik lokal menurun, pelabuhan Kariangau tetap berperan penting untuk perjalanan antarpulau, khususnya ke wilayah Sulawesi seperti Palu dan sekitarnya.

Operasional pelabuhan pun tetap berjalan normal dengan 12 kapal yang melayani keberangkatan dan kedatangan setiap hari. Posko angkutan Lebaran juga terus siaga dengan dukungan petugas gabungan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik.

Perubahan ini menjadi gambaran nyata dampak pembangunan infrastruktur terhadap mobilitas masyarakat. Jalur darat yang semakin terhubung memangkas waktu perjalanan, namun sekaligus menggeser peran pelabuhan yang selama ini menjadi urat nadi penyeberangan di wilayah tersebut. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar