Abdullah menuturkan dirinya melakukan perjalanan seorang diri karena keluarganya telah lebih dahulu berada di Makassar. Ia mengatakan kesempatan pulang kampung biasanya hanya dapat dilakukan sekali dalam setahun.
“Saya pulang sendiri karena keluarga sudah berada di Makassar lebih dahulu. Biasanya memang hanya setahun sekali pulang. Momen yang paling dirindukan tentu berkumpul kembali bersama keluarga, bertemu anak-anak dan kerabat,” ungkapnya.
Ia juga menilai pengelolaan arus penumpang di pelabuhan saat ini jauh lebih tertata dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Menurutnya, sistem pelayanan yang diterapkan membuat proses keberangkatan penumpang menjadi lebih teratur.
“Jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, kondisi sekarang jauh lebih tertib. Sistem pelayanan yang diterapkan oleh Pelindo bersama instansi terkait sudah lebih baik sehingga penumpang tidak lagi berdesakan seperti sebelumnya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan KSOP Kelas I Samarinda, Capt Sahrun Asis, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah penumpang memang terjadi pada hari tersebut dan diperkirakan menjadi puncak arus mudik tahun ini.
“Berdasarkan pemantauan kami, terjadi peningkatan signifikan pada arus penumpang hari ini. Pagi tadi kapal KM Queen Soya tiba dengan membawa sekitar 350 penumpang,” jelasnya.
Selain itu, kapal KM Prince Soya yang baru bertolak dari Pelabuhan Samarinda menuju Parepare juga mengangkut ribuan pemudik.






