BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Wajah Kota Balikpapan yang dikenal rapi dan bersih dinilai masih terganggu oleh kabel udara yang semrawut di sejumlah ruas jalan.
Kondisi ini kini menjadi perhatian serius DPRD, yang mendorong penataan utilitas kota melalui sistem kabel bawah tanah.
Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menegaskan penertiban kabel tidak lagi sekadar soal estetika kota, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan masyarakat.
“Upaya penertiban sedang berjalan. Arahnya adalah mengganti kabel udara menjadi kabel bawah tanah,” ujarnya, pada Minggu (8/3/2026).
Menurut Fauzi, langkah tersebut tengah dikoordinasikan dengan Komisi III DPRD yang membidangi infrastruktur.
DPRD saat ini masih menunggu rincian objek lokasi serta tahapan penataan yang akan dilakukan pemerintah kota.
Penataan kabel ini juga menjadi perhatian Rahmad Mas'ud sebagai bagian dari upaya menjaga wajah kota tetap tertib.
Kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait konsep Indonesia Asri, yang mendorong penataan kota tanpa kabel udara semrawut maupun baliho liar.
“Kita ingin wajah kota lebih rapi. Tidak ada lagi kabel yang lalu lalang dan mengganggu pemandangan,” tegas Fauzi.
Ia menjelaskan, keberadaan kabel udara juga menyimpan potensi bahaya, terutama saat cuaca ekstrem. Kabel yang putus atau roboh berisiko menimbulkan korsleting listrik hingga kebakaran.
Di beberapa wilayah seperti Balikpapan Utara, kondisi kabel udara bahkan kerap tersangkut atau dinaiki Bekantan, yang dapat meningkatkan risiko gangguan jaringan maupun kecelakaan.
“Ini bukan hanya di Balikpapan Utara, hampir di semua kecamatan masalahnya sama. Kabel gantung sangat mengganggu dan berisiko bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain jaringan telekomunikasi, instalasi Penerangan Jalan Umum (PJU) yang masih menggunakan kabel udara juga akan menjadi salah satu fokus pembahasan dalam rapat besar DPRD mendatang.
Fauzi menilai rencana pemindahan kabel ke bawah tanah memang membutuhkan perencanaan matang, baik dari sisi teknis maupun anggaran. Oleh karena itu, DPRD mendorong penataan dilakukan secara bertahap dan terukur melalui koordinasi lintas komisi dan pemerintah kota.
“Kami berharap saat rapat besar nanti, ini bisa dibahas lebih komprehensif agar implementasinya sesuai harapan bersama,” katanya.
DPRD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya kabel udara, khususnya saat cuaca buruk. Ke depan, penataan utilitas kota diharapkan mampu menghadirkan Balikpapan yang lebih tertib, aman, dan nyaman sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar