Berita Kota Balikpapan

PSHT Bersih Pantai, Wawali: Jaga Garis Pantai Balikpapan Adalah Tanggung Jawab Bersama

zoom-inlihat foto
PSHT Gelar aksi bakti sosial bersih pantai di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Balikpapan, Pada Selasa (17/2/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
PSHT Gelar aksi bakti sosial bersih pantai di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Balikpapan, Pada Selasa (17/2/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Momentum Hari Jadi ke-129 Kota Balikpapan dimaknai berbeda oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Melalui aksi bakti sosial bersih pantai di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Balikpapan, Pada Selasa (17/2/2026).

Organisasi pencak silat ini menegaskan komitmennya terhadap kepedulian lingkungan dan ketertiban sosial.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, yang menyampaikan bahwa menjaga kebersihan lingkungan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh elemen bangsa merawat lingkungan yang asri, aman, sehat, dan indah.

“Pantai adalah kebanggaan Balikpapan. Kita memiliki kurang lebih 80 kilometer garis pantai, dari Manggar hingga Gunung Tembak. Ini harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo saat menghadiri aksi bakti sosial bersih pantai oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Balikpapan, Pada Selasa (17/2/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo saat menghadiri aksi bakti sosial bersih pantai oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Balikpapan, Pada Selasa (17/2/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Menurut Bagus, aksi bersih pantai bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata tanggung jawab sosial dan upaya menumbuhkan kepedulian serta tenggang rasa di tengah masyarakat.

Ia juga mengapresiasi komitmen keluarga besar PSHT Balikpapan yang terus berupaya menghapus stigma negatif yang kerap melekat pada organisasi pencak silat.


“PSHT harus dikenal sebagai organisasi yang menjunjung tinggi persaudaraan, kedisiplinan, dan keteladanan sosial. Pencak silat adalah seni bela diri yang mengajarkan pengendalian diri, bukan agresivitas,” tegasnya.

Bagus menambahkan, menjaga ketertiban di lingkungan, di jalan raya, maupun di tempat tinggal masing-masing merupakan cermin kedewasaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pemkot Balikpapan, lanjutnya, menyambut baik kegiatan sosial yang bersifat sportif dan edukatif seperti ini. Ia berharap aksi serupa dapat diikuti berbagai komunitas dan elemen masyarakat sehingga tercipta gerakan kolektif membangun kota.

“Kalau semua komunitas bergerak, Balikpapan akan semakin bersih dan tertib. Ini kota yang kita cintai bersama,” katanya.

PSHT Gelar aksi bakti sosial bersih pantai di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Balikpapan, Pada Selasa (17/2/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
PSHT Gelar aksi bakti sosial bersih pantai di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Balikpapan, Pada Selasa (17/2/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Bagus juga mengajak masyarakat menjadikan bulan suci sebagai momentum memperkuat iman, menumbuhkan kesabaran, serta mempererat persaudaraan di tengah kemajemukan Kota Balikpapan.

Aksi bersih pantai ini menjadi simbol bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi gerakan bersama demi keberlanjutan kota pesisir yang menjadi kebanggaan warganya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar