BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pembangunan Rumah Sakit (RS) Sayang Ibu di Balikpapan Barat belum dapat dilanjutkan dalam waktu dekat. Penghentian sementara proyek ini disebut bukan tanpa tujuan.
DPRD Kota Balikpapan menegaskan langkah tersebut diambil demi memastikan akuntabilitas anggaran dan kualitas pembangunan fasilitas kesehatan yang menjadi harapan masyarakat.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, mengungkapkan hingga saat ini progres fisik proyek baru mencapai sekitar 17 persen. Rendahnya capaian itu disebabkan oleh kinerja kontraktor yang dinilai tidak memenuhi ketentuan teknis, sehingga kontrak kerja terpaksa diputus.
“Pembangunan sempat berjalan, tetapi karena pelaksana tidak sesuai dengan ketentuan, kontraknya diputus dan perusahaan tersebut juga masuk daftar hitam,” ujar Gasali, pada Selasa (3/2/2026).
Menurut Gasali, secara perencanaan pembangunan RS Sayang Ibu telah disusun sesuai regulasi dan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Balikpapan Barat. Namun, kendala teknis di lapangan membuat proyek tidak bisa diteruskan begitu saja.
Saat ini, kelanjutan pembangunan masih menunggu rampungnya pemeriksaan dan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Hasil audit tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan DPRD dalam mengusulkan penganggaran ulang melalui APBD.
“Setelah semua proses pemeriksaan selesai, kami akan mendorong agar proyek ini kembali dianggarkan. Targetnya, pembangunan bisa dilanjutkan pada 2027,” jelasnya.
Gasali juga menegaskan bahwa proyek tidak dapat dilanjutkan tanpa melalui mekanisme lelang ulang, sesuai dengan aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Kontrak sudah diputus, jadi tidak ada istilah langsung lanjut. Semua harus dimulai kembali sesuai prosedur agar tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari,” tegasnya.
DPRD juga memberi perhatian serius pada aspek keuangan. Dari realisasi anggaran yang telah terserap sekitar 17,1 persen, masih terdapat sisa dana lebih dari dua persen yang wajib dikembalikan oleh kontraktor. Proses pengembalian tersebut saat ini masih berjalan.
“Ini bagian dari komitmen menjaga keuangan daerah tetap tertib, transparan, dan bertanggung jawab,” kata Gasali.
Meski menghadapi hambatan, DPRD memastikan RS Sayang Ibu tetap menjadi prioritas pembangunan daerah.
Ke depan, proyek ini diharapkan dapat berjalan dengan perencanaan yang lebih matang, pelaksanaan yang profesional, serta pengawasan yang lebih ketat.
“Rumah sakit ini adalah harapan masyarakat Balikpapan Barat. Karena itu, kita ingin membangunnya dengan kualitas terbaik, bukan sekadar cepat selesai,” tutupnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar