Senada dengan itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menekankan peran strategis NU dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam mengawal pertumbuhan IKN ke depan.
“NU harus berada di garda terdepan dalam membangun Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara. Kita berharap dapat terus berdoa bersama agar Kalimantan Timur dan IKN senantiasa dijauhkan dari konflik serta bencana,” kata Seno.
Sementara itu, Rais Syuriah PWNU Kalimantan Timur, KH. Muhammad Ali Cholil, menyampaikan bahwa pemilihan IKN sebagai lokasi peringatan satu abad NU merupakan bentuk ikhtiar melibatkan umat secara langsung dalam mendoakan keberhasilan pembangunan Nusantara.

“Kami berharap warga NU yang hadir di IKN ikut mendoakan agar target terwujudnya Ibu Kota Politik pada 2028 dapat tercapai. Ke depan, kami juga menggagas peringatan Hari Santri di Masjid Negara serta kirab tongkat dan tasbih dari Jakarta menuju Nusantara sebagai simbol kepemimpinan yang dilandasi nilai spiritual,” ujarnya.
Melalui peringatan satu abad NU di IKN ini, diharapkan terjalin sinergi antara pembangunan fisik dan penguatan nilai-nilai spiritual, kebangsaan, serta toleransi. Doa dan peran aktif para ulama dipandang sebagai elemen penting dalam mewujudkan Ibu Kota Nusantara sebagai kota yang hidup, inklusif, dan berlandaskan persatuan dalam keberagaman. (*/Humas Otorita IKN)







